Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 28 Maret 2016

PESAN PASKAH UNTUK PRESIDEN TAUR MATAN RUAK



Pengantar Singkat;

Akhir-akhir ini saya jarang menulis artikel gara-gara laptop saya terkena MALWARE, hanya berselang beberapa hari setelah saya menerbitkan artikel edisi 5 Maret 2016, di mana dalam artikel tersebut, saya menyampaikan pesan bahwa "NAMA" Presiden Timor Leste ke-6, yang akan menggantikan Presiden Taur Matan Ruak (TMR), telah saya "setor" kepada Companheiro SBY (Yahudi SB Yahudi).


Begitu artikel tersebut diposting, banyak sekali pertanyaan masuk inbox dan menanyakan; "Siapa Presiden Timor Leste ke-6?" Bahkan ada yang memohon-mohon, agar saya memberitahu inisialnya saja.
Tapi saya tetap "keukeuh" tidak memberikan bocoran sedikit pun. Termasuk walau hanya inisial pun tidak saya bocorkan.
Dan anehnya, semenjak itulah, tiap kali saya online dan mau masuk ke FB, selalu muncul pemberitahuan bahwa laptop saya terkena MALWARE.
Dan saya harus membersihkannya terlebih dahul baru bisa akses ke FB. Untuk membersihkannya, butuh waktu yang lumayan lama. Benar-benar bikin "bete". Kadang gagal dibersihkan. Akibatnya saya tidak bisa online. Karena itulah saya jarang online akhir-akhir ini.
Konon, entah benar atau tidak (masalahnya saya gaptek), katanya MALWARE itu, sejenis software yang dipakai oleh para hackers, untuk mencuri informasi pribadi (apa benar demikian?).
Semenjak itu, saya mulai "parno" (jadi paranoid), dan mencurigai semua pesan yang masuk ke inbox saya. Jika ada di antara sahabat yang mengirimkan pesannya via inbox dan tidak lagi saya balas, karena saya mulai parno untuk membuka inbox dari para sahabat.
Hanya orang-orang yang benar-benar saya kenal dengan baik, inboxnya saya baca dan balas. Tapi (maaf), mereka yang tidak saya kenal dengan baik, inboxnya tidak saya buka. Takut ada virus.
KAKEK MISTERIUS MENAMPAKKAN DIRI DI MALAM PASKAH
Pada Saptu malam, 26 Maret 2016, pulang dari gereja, saya mencoba untuk langsung tidur. Tapi sulit sekali memicingkan mata karena saat itu saya merasa lapar sekali.
Sisa uang di dompet hanya Rp 50.000. Dan saya bertekat untuk tidak membelanjakan uang tersebut karena rencananya lembaran 50 ribu tersebut mau saya kirim ke temanku SBY untuk disimpan. Setelah hasil Pilpres 2017 ditetapkan secara defenitif, baru uang tersebut boleh dibelanjkan atau disimpan sebagai "pusaka" (misalnya disimpan di museum pribadi).
Malam itu sambil berbaring menatap plafon, saya mulai menggerutu dalam hati.
"Hidup ini benar-benar tidak adil. Masa dari dulu sampai detik ini saya masih harus terus-menerus menderita kelaparan di tengah-tengah orang kaya yang hidup mewah?"
"Jaman-jaman perjuangan fisik, harus menderita kelaparan berhari-hari, hanya karena harus berjuang mati-matian untuk Kemerdekaan Timor Leste. Tapi setelah Timor Leste merdeka, kok saya masih saja tetap menderita kelaparan. Ini benar-benar tidak adil".
Saya terus saja menggerutu dalam hati sambil menatap plafon;
"TUHAN YESUS. Engkau itu adalah ALLAH sendiri yang menjelma menjadi manusia. Segala kekayaan yang ada di bumi ini berada di bawah kekuasaan-Mu. Hamba memohon sedikit mujizat-Mu".
"Sebagai ALLAH, Engkau bisa melakukan mujizat apapun, asal Engkau berkehendak".
"Engkau mampu merubah air tawar menjadi anggur terbaik. Engkau mampu merubah dua ekor ikan dan 5 potong roti untuk memberi makan 5000 orang dan masih tersisa dua belas bakul".
"Engkau mampu membuat; orang buta bisa melihat, orang tuli bisa mendengar, orang bisu bisa bicara, orang lumpuh bisa berjalan. Bahkan Lazarus yang telah meninggal 4 hari dan dikuburkan, Engkau mampu menghidupkannya kembali. Tidak ada manusia yang mampu melakukan mujizat seperti ini, kecuali ALLAH. Dan Engkau sungguh-sungguh ALLAH. Bukan sekedar "allah-allahan".
"Tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Asal Engkau berkehendak, Engkau bisa membuat mujizat, membantu hamba saat ini".
Saya terus menggerut sampai dini hari. Tepat sekitar pukul dua dini hari, di saat saya masih saja menggerutu tidak habis-habis (dan mungkin TUHAN murka dengan keluhan saya), tiba-tiba saja ada angin kencang, rada mirip angin puyuh (tapi bukan angin tornado) yang menghempas pintu kamar kos saya, sampai pintu terbuka lebar-lebar. Untung kagak lepas dari engselnya. Padahal pintunya saya kunci rapat-rapat.
Saya kaget setengah mati, karena mengira ada maling yang menerobos masuk. Saya melompat turun dari ranjang dan berdiri di tengah ruangan yang remang-remang (saya memasang lampu tidur).
Tiba-tiba saja ruanganku terang benderang. Apa lampu menyala sendiri? Dan tampak di depan pintu telah berdiri "Kakek Misteris" (KM) yang pernah menampakkan diri pertama kalinya di Kampus Unpaz Dili, pada 20 Juni 2011 (bertepatan dengan HUT Renetil ke-23). Kisah misteri ini sudah pernah saya terbitkan di laman ini pada 8 Maret 2013. Kayanya kisah tersebut masih ada di sana.
KM yang selalu berpenampilan sama dengan pada penampakan sebelumnya (berjubah putih, berambut putih, berjenggot putih), memberi sejumlah pesan rahasia, melalui volume suara yang berat, berwibawa, dan penuh kuasa.
Saya berdiri dengan lutut gemetaran di hadapan KM. Saat itu rasanya mau pingsan. Seluruh tubuh saya kaku. Saya seakan terpaku kaku di tempat. Tidak bisa bicara sepatah katapun. Saya takut sekali kalau-kalau sampai KM marah gara-gara gerutuan saya tadi yang mencoba menuntut "Keadilan ALLAH", gara-gara kelaparan yang amat sangat.
Hanya kurang dari 5 menit, KM telah menghilang bagaikan ditelan bumi. Begitu KM menghilang, dengan tangan yang masih gemetaran, ditambah jantung saya yang masih berdenyut tidak beraturan, saya langsung mengambil "dompet Lacoste" (berlambang buaya), mengeluarkan lembaran 50 ribu warna biru (satu-satunya uang terakhir dalam dompet Lacoste).
Sesuai pesan KM, saya menuliskan aksara berbunyi; SAPTU, 26 Maret 2016 di lembaran tersebut dan membubuhkan tanda-tangan (bentuk tanda tanganku berlambang kepala buaya dengan mulut yang sedang terbuka, seakan siap menerkam mangsa).
Saya meninggalkan kos, pergi ke Indomaret langganan untuk membeli 3 item barang, sesuai pesan KM. Salah satu itemnya adalah "Biskuit Roma" merek "Malkist Crackers".
Tadinya saya tidak tahu sama sekali, mengapa saya diminta KM membeli Biskuti Roma? Tapi akhirnya saya baru memahami maksud KM meminta saya membeli Biskuit Roma, karena ada kaitan erat dengan nasib Presiden TMR dan juga "Biskuit Roma" ini ada hubungannya dengan SUMPAH REFERENDUM yang diikrarkan ribuan massa, saat berlangsungnya Demo Deplu, 12 Juni 1998.
Ketika menuju Indomaret, dalam jarak sekitar 100 meter, saya melihat ada rombongan "geng motor" yang berkerumun memenuhi halaman depan Indomaret. Motor mereka menutupi sebagian sisi jalan raya (lumayan banyak).
Tadinya saya mengira mereka adalah "anak-anak Bali" yang sedang hang out malam mingguan. Ternyata bukan. Begitu saya makin mendekat, rupanya mereka anak-anak Timor Leste yang ada di Bali.
Mereka sama sekali tidak mengenal saya. Saya mengabaikan keberadaan mereka, bukan karena saya "songong" (sombong), melainkan karena saya lagi menjalani Puasa VVV untuk tidak boleh (pantang) menyaringkan suara (harus diam membisu).
Saya langsung memasuki Indomaret, mencari pesanan KM sampai ketemu. Saya merasa seakan-akan KM terus mengawasi saya. Setelah menemukan 3 item pesanan KM, saya menghampiri kasir.
Begitu dihitung ternyata bilangan yang merupakan nominal dari harga 3 item belanjaan saya, selain melambangkan tahun di mana salah satu "Membro Renetil Jurado" akan muncul sebagai Kepala Negara Timor Leste di masa depan (setelah tahun 2020), juga anehnya, melambangkan NAMA Anggota Renetil yang akan muncul sebagai salah satu Kepala Negara Timor Leste yang akan membawa Timor Leste memasuki satu perubahan yang sangat-sangat dramatis.
Karena nilai nominal belanjaan saya seperti itu, maka begitu saya menyodorkan lembaran 50 ribuan yang telah saya tulisi simbol SABAT, dengan tanda-tangan berlambang kepala buaya, kasir bertanya;
"Ada uang DUA RATUS?" Saya tidak menjawab dengan kata-kata, tapi dengan cara menggunakan bahasa isyarat (pakai tangan) bahwa saya tidak mempunyai uang receh DUA RATUS. Saya tidak menyaringkan suara kepada kasir, karena takut Puasaku VVV batal.
Bayangkan saja, Puasa VVV yang telah dimulai pada tahun 2003 itu harus batal di ujung waktu. Karena sebentar lagi Puasa VVV akan berakhir, setelah adanya GSP yang akan terjadi di Nusantara ini (semoga saja tidak ada korban jiwa).
Karena saya tidak mempunyai uang receh DUA RATUS, maka kasir kemudian memberikan uang kembalian ditambah dengan PERMEN BLASTER NEAPOLITAN.
Saya meninggalkan Indomaret, kembali ke kos. Tiba di kos, saya langsung nikamtin (makan) itu "Biskuit Roma". Makan Biskuit Roma dalam keadaan kelaparan, nikmatnya jangan lagi ditanya. Itu adalah makanan pertama yang saya makan saat merayakan PASKAH yang ke-25 kali di Indonesia. Berarti saya telah berada di wilayah NKRI selama 25 tahun dengan merayakan PASKAH 25X.
Di saat-saat menikmati "Biskuit Roma", saya teringat kembali wajah polos lugu dua teman seperjuangan asal Maliana, yaitu; Companheiro Inacio Leite dan Companheiro Caeiro S Domingos 18 tahun lalu, saat kami dimasukkan ke sel tahanan yang ada di Kebun Jeruk Jakarta Barat pada 12 Juni 1998, setelah Demo Deplu berakhir ricuh, dan ribuan demosntran diangkut Pasukan TNI dari Kantor Deplu menuju dua tempat terpisah, sebagian diangkut ke Kebun Jeruk Jakarta Barat, sebagian lagi diangkut ke Cibubur.
Cerita lucu mengenai "Biskuit Roma" dan dua temanku yang namanya saya sebutkan di atas, terlalu panjang untuk dikisahkan pada kesmepatan ini. Lain kali saja jika dianggap perlu.
NASIB PRESIDEN TAUR MATAN RUAK DI UJUNG TANDUK
Saya ingin mengakhiri artikel ini dengan menyampaikan pesan penting kepada Yang Mulia Presiden TMR. Bahwa berdasarkan pesan KM yang saya terima di Malam Paskah, Presiden TMR sebaiknya menggunakan "ultima bala" (peluru terakhir) yang dimiliki untuk membuat keputusan penting dan "dramatis", bukan hanya demi kepentingan bangsa dan negara Timor Leste, tapi juga demi kepentingan Presiden TMR secara pribadi.
Tapi jika Presiden TMR lengah sedikit saja, maka ultima bala yang dimiliki Presiden TMR, akan berubah menjadi "peluru makan tuan".
Dengan cara lain, saya hendak mengatakan begini;
Konstitusi Timor Leste telah menyediakan "jalan tol". Pak Xanana Gusmao, sebagai simbol (supremo) perlawanan Timor Leste, telah membuka pintu gerbang lebar-lebar bagi Presiden TMR.
Tapi anehnya, kok Presiden TMR tidak menggunakan ultima bala untuk melewati jalan tol yang disediakan Konstitusi dan memasuki pintu gerbang yang telah dibuka lebar-lebar Pak Xanana???
Sekiranya saja saat ini saya berada di Dili, saya ingin sekali pergi ke Istana Presiden di Aitarak Laran dan membawa PERMEN BLASTER NEAPOLITAN (844) dan menyerahkannya kepada Presiden TMR, sebagai kado Paskah terindah.
Siapa tahu dengan memakan PERMEN BLASTER NEAPOLITAN, mata ke-7 Presiden TMR akan terbuka untuk melihat apa yang sebenarnya akan terjadi, hanya hitungan beberapa langkah lagi. Agar dengan demikian Beliau tidak lengah dan ujung-ujungnya meninggalkan Kursi Anak Daud dengan cara "hard landing" (bukan soft landing).
Saya sampaikan SELAMAT PASKAH untuk mereka yang merayakannya. Semoga Kebangkitan TUHAN kita YESUS KRISTUS, memberi "HARAPAN ABADI" kepada semua orang yang mengimani-Nya sebagai satu-satunya ALLAH dan satu-satunya Sang Juru Selamat, agar dengan demikian, kita tetap bertahan, karena tetap memiliki harapan dalam situasi terburuk sekali pun.
SELAMAT PASKAH. Damai di bumi, damai di hati. Amin.

Tidak ada komentar: