Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Kamis, 04 Februari 2016

SIAPAKAH PRESIDEN TIMOR LESTE KE-6? (bag: 4)



Pengantar Singkat;

Artikel ini sudah diterbitkan di laman FB Rama Cristo dengan judul: ID PRESIDEN TIMOR LESTE KE-6 SUDAH ADA DI HALAMAN 17 NASKAH BERJUDUL: "KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB". Maka bagi yang sudah membacanya, bisa di-skip saja.

Pada Hari Selasa, tanggal 21 November 2006 (10 tahun yang lalu), saya mengantarkan 4 exemplar naskah yang lumayan tebal (terdiri dari 7 bab) ke Airport Internasional Ngurah Rai Tuban Bali untuk dikirim ke Timor Leste.


Di Bandara, secara kebetulan, saya bertemu Bapak Cristino Gusmao (asal Maliana). Hari itu sejatinya Bapak Cristino akan pergi ke Jepang untuk urusan dinas. Tapi karena Ibunda Beliau meninggal mendadak, maka Beliau batal ke Jepang dan harus kembali ke Dili.

Melalui Beliau, saya titipkan 4 exemplar naskah tersebut untuk disampaikan kepada sejumlah kalangan Renetil yang saya kenal baik. Naskah tersebut saya tulis, atas permintaan beberapa sahabat Renetil, yang meminta pandangan saya mengenai Timor Leste, khususnya mengenai Pemiliu 2007.
Maka terwujudlah naskah setebal 77 halaman, yang terdiri dari 7 bab, dengan judul; "KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB".

Kata KRYGMA ini dimodifikasi dari bahasa aslinya; Bahasa Yunani, KERYGMA, yang artinya (pada tataran Teologi); adalah tindakan mewartakan atau pesan yang diwartakan.

Saya sengaja memenggal huruf "E" dalam frasa KERYGMA, dan hanya tertulis KRYGMA, karena ada maksudnya. Misalnya, jika frasa KRYGMA dikonversikan ke dalam Bilangan Latin, akan menghasilkan nilai numerik yang sama dengan frasa TIMOR, yakni sama-sama menghasilkan nilai numerik; 75.
KRYGMA = 75
TIMOR = 75.

Dengan demikian, jika kita ganti frasa KRYGMA dengan frasa TIMOR, maka judul makalah itu akan berubah menjadi; TIMOR DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB.



CINCIN yang saya tempatkan dalam judul makalah tersebut adalah sebuah CINCIN EMAS bermata BERLIAN HITAM (sangat mahal tentunya), yang saya pungut di Jl. Halmahera Sanglah Denpasar, pada suatu hari saat pulang dari kampus.

Saat dipanggil ALLAH ke Bukit Sio(n) pada Februari 1994, saya sempat membawa serta cincin emas bermata berlian hitam tersebut. Tapi setelah pulang dari Bukit Sio(n), cincin tersebut saya masukkan ke kantong kolekta saat mengikuti Missa di Komsos (Komisi Sosial) St. Yosef Sanglah Denpasar.
Saya tidak tahu persis, cincin tersebut ada di mana saat ini? Apakah dijual oleh fihak Gereja? Atau seseorang mengambil cincin tersebut dan menjadikannya milik pribadi? Saya kurang tahu.

Tapi yang jelas, hari itu saat edaran kolekta tiba di depan saya, saya melepaskan cincin yang sangat mahal tersebut dari jari manis saya, dan masukkan ke dalam kantong kolekta (bornaal mean oan ne. La hatene se loss mak rai kadeli ne agora???)

Kita kembali ke isu naskah (makalah). Dalam makalah tersebut, pada halaman 17, saya menuliskan sejumlah kode mengenai ID(entitas) Presiden Timor Leste yang akan muncul di Pemilu 2007 & 2017.

Maka jika ada di antara Anda yang masih menyimpan naskah tersebut, coba buka halaman 17. Saya ingin berkisah sedikit mengenai "kode" tertentu yang sengaja saya letakkan di halaman17, antara lain, di sana saya menuliskan angka triple; 666 & 888.

Saat itu, setelah beberapa hari naskah tersbeut tiba di Dili, sejumlah kader PD (Partai Demokrat), termasuk maun Buras Martins, menanyakan; "Mengapa saya menuliskan angka triple 666 & 888 di halaman 17?"

Saat itu saya menjawab sekenanya saja. Bahwa nantinya, di tahun 2007, jumlah kandidat Presiden akan mencapai 8 orang. Nah, kandidat yang nomor urutnya ada di halaman 17 (666 & 888) akan sama-sama dipanggil. Mr. President. Karena alasan itulah, saya sengaja menuliskan angka triple 666 & 888 di halaman 17.

Banyak yang protes; "Masaq dua-duanya dipanggil Mr. Presdient? Ah yang benar aja kamu?" Padahal saya asal jawab tanpa alasan jelas.

Saat itu selain mereka tidak percaya nomor urut 6 & 8 akan sama-sama disebut Mr. Presdient, juga, selain Maun Buras Martins, tidak ada yang percaya bahwa jumlah kandidat Presdien akan mencapai 8 orang.

Mereka bilang; "Paling-paling hanya 3 atau 4 orang saja. Tidak mungkin mencapai 8 orang".
Saya masih ingat betul, satu-satunya kader PD yang percaya bahwa jumlah kandidat Presiden pada Pilpres 2007 akan mencapai 8 orang adalah "Maun Buras Martins" (Anda boleh cross-check isu ini kepada Beliau).

Apalagi dalam naskah tersebut, saya sempat menyinggung nama Ibu Lucia Lobato,SH. Ada yang bertanya; "Mengapa menyinggung nama Ibu Lucia? Apakah Ibu Lucia akan masuk sebagai salah satu kandidat juga?"

Saya jawab aja; "Saya juga kagak tahu. Saya astul aja" (astul = asal tulis = nar-naran hakerek deit).
Ternyata apa yang terjadi? Setahun 4 bulan kemudian, tepatnya 1 Maret 2007, saat KPU (Komisi Pemilihan Umum) mengumumkan secara resmi nama-nama kandidat Presiden yang maju pada Pilpres 2007, jumlahnya ada 8 orang.

Dan ternyata nama Ibu Lucia Lobato,SH, juga masuk sebagai salah satu kandidat Presdien (satu-satunya kandidat wanita). Ternyata apa yang setahun sebelumnya, saya "astul" (asal tulis), berubah menjadi kenyataan.

Dan yang mengejutkan lagi, kandidat yang mendapatkan nomor urut 6 dan 8 adalah; Ramos Horta dan Fernando La Sama. Saya sendiri juga kaget melihat data & fakta ini. Padahal jujur saja, saat menuliskan angka triple 666 & 888 di halaman 17, saya sejatinya sama sekali tidak tahu kalau di kemudian hari, yang akan mendapatkan nomor urut 6 & 8 adalah Prof. Em. Jose Manuel Ramos Horta & Companheiro Fernando La Sama de Araujo.

Tanggal 1 Maret 2007, saya lagi bengong di kos, tiba-tiba SMS dari Maun Buras masuk dan mengabarkan bahwa KPU telah mengumumkan nama-nama kandidat Presdien dan ternyata jumlahnya ada 8 orang, dan Ramos Horta dan La Sama mendapatkan nomor urut 6 & 8.

Saya kaget mendapatkan info tersebut. Kok bisa tepat ya? Padahal saya benar-benar "astul".
Karena sebelumnya saya sudah informasikan bahwa kandidat yang nomor urutnya ada di halaman 17, di kemudian hari akan sama-sama dipanggil Mr. Presdient, maka saat itu melalui SMS, Maun Buras juga menanyakan peluang antara Maun Nando dan Prof. Em. Ramos Horta.

Maka saat itu saya ajukan 4 teori, yang terbagi menjadi; "3 teori klasik", dan " 1 teori orang gila", yang sampai detik ini, setidak-tidaknya untuk Timor Leste, 4 teori ini masih berlaku. Tiga teori klasik tersebut adalah;

(1). FASILITAS
(2). POPULARITAS
(3). IKATAN EMOSIONAL

Sedangkan teori yang ke-4 dari orang gila, namanya; "Teori SOLE".

Nah, dari 4 teori tersebut di atas, untuk 3 teori klasik, mungkin saja Prof. Em. Ramos Hosta dan Maun Nando La Sama, memiliki peluang yang relatif sama untuk bersaing. Tapi untuk Teori SOLE, di antara keduanya, hanya Prof. Ramos Horta yang memenuhi syarat.

Tapi saat itu Maun Buras tidak percaya dengan "Teori SOLE", Maun Buras bilang, saat turun kampanye di lapangan; "Massa pendukung Maun Nando, sangat membludak, bertumpah-ruah di mana-mana".



Saat itu saya sempat mengingatkan Maun Buras untuk tidak menjadikan "floating mass" (massa mengambang) sebagai barometer penting. Siapa tahu, mereka hanya datang untuk rame-rame, cari kaos, cari nasi bungkus, joven sira mai para konkista malu, dan seterusnya dan sebagainya.

Pendek kata, saya termasuk orang yang tidak percaya pada "floating mass". Karena floating mass itu, jiwanya, hasratnya, bersifat "moody' (angin-anginan = berubah setip saat).

Karena saat itu Maun Buras tetap yakin bahwa LS akan terpilih (dan sebagai kader PD, ini sesuatu yang normal), saya tidak mau ngotot beradu argumen. Saya bilang saja, okelah nanti kita lihat.

Tapi akhirnya dalam Pilpres 2007, yang terpilih sebagai Presdien Timor Leste ke-4 adalah Prof. Em Ramos Horta. Walaupun di kemudian hari, keduanya sama-sama menyandang status Mr. Presdient. Yang satu Presdien Republik, yang satu lagi Presdien Parlamen.

Bahkan Maun Nando sempat menyandang status Presiden Republik, saat Prof. Ramos Horta berhalangan, gara-gara insiden berdarah 11 Februari 2008, di mana Presiden Ramos Horta terluka berat dan harus diterbangkan ke Royal Darwin Hospytal, Australia untuk mendapatkan perawatan.
Saya ingin mengakhiri artikel ini dengan pesan; "Jika ada di antara Anda masih menyimpan naskah berjudul; KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB (yang diedarkan November 2006), coba utak-atik ID(entitas) Presiden Timor Leste ke-6 di halaman 17.

"Mengapa halaman 17? Jawabannya sederhana. Bukankah Pilpres berikutnya akan dilaksanakan pada tahun 2017?"

Ini artinya, 11 tahun sebelum Pilpres (2017), saya telah menuliskan ID(entitas) Presiden Timor Leste ke-6 pada tahun 2006, di halaman 17 dalam naskah berjudul; KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB. Jika ada yang temukan naskah itu, tolong khabari saya.

Semoga catatan ini bermanfaat, minimal membuat adrenalin Anda bergejolak. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

CTATAN KAKI;


Bagi mereka yang ingin mengetahui siapa saja yang masuk nominasi untuk terpilih jadi Presiden Timor Leste ke-6, silahkan kunjungi terus; blog; http://darahdaud303.blogspot.co.id/

Karena saya pasti akan mengumumkan 6 nama, di mana dari 6 nama tersebut, satu dipastikan akan terpilih menjadi Presiden Timor Leste ke-6.

Misalnya di bulan Desember 2011, saya mengumumkan 7 nama kandidat Presiden melalui artikel berjudul; PANGERAN MATAHARI DARI NEGERI AYAM - PANGERAN AYAM DARI NEGERI MATAHARI.

Saat itu saya menempatkan nama Mayjen Taur Matan Ruak di urutan ke-5 yang saya letakkan di urutan ke-5 dan diumumkan pada 29 Desember 2011. Ternyata di kemudian hari Mayjen Taur Matan Ruak terpilih sebagai Presiden Timor Leste ke-5. Cara yang sama akan saya lakukan untuk Pilpres 2017.

Mengapa saya umumkan nama Mayjen Taur Matan Ruak di urutan ke-5, dan harus pada tanggal 29 (Desember 2011)?

Alasannya sederhana sekali. Saya sebenarnya masih tetap memainkan kode-kode rahasia yang ada dalam makalah tahun 2006, berjudul; KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB.
Ketika saya menempatkan nama Mayjen Taur Matan Ruak di urutan ke-5 dan diumumkan pada tanggal 29, saya sebenarnya sedang melafalkan kalimat; KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB.

Kalimat tersebut jika dikonversikan ke dalam Bilangan Latin, hasilnya pasti = 295. Nah, angka 29, melambangkan tanggal 29 di mana saya mengumumkan nama Mayjen Taur Matan Ruak, sementara angka 5, adalah urutan Mayjen Taur Matan Ruak dalam DAFTAR NOMINASI.

Artinya apa? Artinya semua nama Presiden Timor Leste, sampai Presiden Timor Leste yang ke-7, telah tertulis dengan kode-kode tertentu dalam naskah; KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB. Karena itulah mengapa naskah tersebut jumlah babnya juga ada 7.

Bersyukurlah mereka yang saat ini masih menyimpan artikel yang diedarkan 10 tahun yang lalu.

BERSAMBUNG;

Tidak ada komentar: