Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Sabtu, 20 Februari 2016

DI MASA DEPAN BUMI AKAN DIHANCURKAN ALLAH (bag: 1)



 "Apa Makna Angka 600 Yang Ditulis Prof. Lucas Da Costa?"



Hari ini 20 Februari 2016, genap 22 tahun ALLAH memberkati Program CATUR MOBILISASI di Bukit Sio(n) Kaki Gunung Ramelau Timor Leste. Tepatnya, pemberkatan dilakukan pada Minggu dini hari, 20 Februari 1994.


Sebagaimana telah saya sampaikan sebelumnya bahwa saya berada di Bukit Sio(n) selama 3 hari (18, 19 & 20 Februari 1994), dengan mengikuti sejumlah acara yang diselenggarakan oleh orang-orang Kudus di "dunia lain".

Yang saya maksudkan dunia lain di sini adalah dunia lain yang benar-benar penuh dengan keindahan, kebahagiaan, orang-orangnya penuh dengan kemuliaan. Mungkin inilah yang secara teknis, dalam istilah Teologi, disebut Surga.

Saya tiba di Bukit Sio(n) pada tanggal 18 Februari 1994, sore hari setelah melalui satu perjalanan yang melelahkan dan menegangkan. Tiba di sana, saya duduk tepat di atas sebuah batu yang bentuknya aneh. Semoga batu itu saat ini masih tetp berada di di sana, karena saya berencana untuk kembali ke Bukit Sio(n).

Letak batu itu tepat di sebuah mulut gua raksasa. Bentuk mulut gua tersebut hitam gelap, seakan-akan mulut bumi yang sedang menganga, siap menelan apa saja yang masuk ke dalamnya.

Begitu saya duduk di atas batu tersebut sekitar 5 menit, saya merasa seperti mengantuk, lalu tiba-tiba semuanya berubah total. Sejak detik itulah saya tidak lagi melihat "Anjing Gaib", hadiah dari St. Yosef yang telah berjasa mengantarkan saya ke Bukit Sio(n).

Saya tiba-tiba saja telah memasuki sebuah kawasan mirip kompleks perumahan yang penuh keindahan. Rumah-rumah di kompleks tersebut tampak sangat indah, dindingnya terbuat dari batu pualam yang memancarkan sinar-sinar warna-warni. Pendek kata, indah sekali dipandang mata. Keindahan yang tidak mungkin ditemukan di dunia fana ini.

Di saat saya lagi merasa takjub melihat rumah-rumah indah tersebut, dari kejauhan, sekitar 100 meter, ada sebuah "mobil kaca" yang sangat mewah, meluncur menuju arah di mana saya berdiri.
Mobil kaca mewah tersebut berhenti tepat di depanku. Begitu mobil tersebut tiba di depanku, saya melihat mobil itu super mewah dengan bentuk yang rada aneh, karena bodynya seakan-akan semuanya terbuat dari kaca. Jadi saya bisa melihat bayanganku sendiri yang terpantul dari mobil mewah tersebut.

Saat saya lagi asyik memperhatikan mobil kaca super mewah tersebut, tiba-tiba pintu terbuka. Keluarlah dua Malaikat. Kedua Malaikat memberikan sama; "Boa tarde. Benvindo" (Selamat sore. Selamat datang).

Saya akhirnya mengenali kedua Malaikat tersebut. Keduanyalah yang muncul dalam mimpi saya pada dini hari 3 Februari 1994 di RSUP Sanglah Denpasar, tepatnya Ruang HCU (High Care Unit), saat saya lagi melakukan observasi terhadap pasien Perancis, post Operasi Laparatomy.

Kedua Malaikat mempersilahkan saya naik ke mobil. Saya lalu naik. Malaikat yang satu duduk di depan, bertindak sebagai supir, sementara Malaikat yang satu bersama saya duduk di bagian belakang.

Mobil itupun mulai meluncur melewati perumahan yang sangat-sangat indah. Anehnya mobil kaca tersebut tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Apalagi suara mengaum-ngaum kaya' suara mobil yang terperosok dalam lumpur.

Kami bertiga tiba di sebuah istana megah. Saya dan Malaikat yang di belakang turun. Sementara Malaikat yang bertindak sebagai supir, tetap berada dalam mobil. Saya dan Malaikat tersebut memasuki istana mewah tersebut. Kami disambut seorang Suster yang juga bertampang kaukasian (kaukasoid).

Malaikat yang mengantar saya berkata kepada Suster tersebut menggunakan Bahasa Tetun (Bahasa Nasional Timor Leste);

"Ema nebee Nai MAROMAK bolu mka mai ona ne" (orang yang dipanggil TUHAN sudah datang). Suster tersebut menatap wajah saya dan kemudian berkata;

"Boa tarde. Benvindo". Amo sira hein hela ita bot" (Selamat sore. Selamat datang. Para Imam sedang menunggu anda).

Saya dan Malikat tersebut meninggalkan istana mewah itu, keluar menuju mobil kaca mewah. Kami bertiga (saya dan kedua Malaikat) meluncur ke sebuah kawasan yang lain.

Tiba di sana, kami berhenti di depan pintu gerbang sebuah gedung mentereng, yang juga tampak seperti istana mewah tapi dengan ukuran gedung yang sangat besar.

Saya dan Malaikat yang duduk di belakang kembali turun. Malaikat itu membuka pintu gerbang. Kami berdua masuk ke dalam. Di sana di depan pintu, kami berdua disambut oleh seorang Imam yang mengenakan jubah kebesaran yang serba hijau dengan pernak-pernik yang berkilauan.
Malaikat tersebut berkata kepada kepada Sang Imam: "Ema nebee Nai MAROMAK bolu mak ne" (Inilah orang yang dipanggil TUHAN).

Lagi-lagi Imam bertampang kaukasian itu menyapa saya dengan kalimat yang sama; "Boa tarde. Benvindo". Kemudian Malaikat itu berlalu meninggalkan saya dengan Sang Imam.

Saya dibawa masuk ke sebuah ruangan yang sangat luas. Ruangan itu rada mirip dengan sebuah auditorium raksasa. Di sana telah berkumpul banyak sekali Imam. Semua Imam mengenakan jubah serba hijau. Lalu acara diskusipun dimulai. Karena saya sudah pernah berkisah sebelumnya, maka untuk bagian ini saya skip (lewati) saja.

Acara pada tanggal 19 Februari 1994, sebagian sudah saya ceritakan dalam artikel kemarin, yakni mengunjungi "Sheol" (dunia ornag mati). Sebenarnya masih ada acara lainnya di tanggal 19 Februari 1994, tapi saya skip saja dulu.

Saya langsung masuk ke acara tanggal 20 Februari 1994, agar artikel ini tidak terasa garing (membosankan) karena kepanjangan. Salah satu acara yang sangat penting yang diselenggarakan pada Minggu dini hari 20 Februari 1994, sebagiannya dapat saya kisahkan sebagai berikut (rekan-rekan yang sudah membacanya boleh langsung di-skip saja);

Saat itu saya melihat satu barisan yang semuanya teridiri dari para Paus. Karena itulah saya menyebut barisan tersebut sebagai "Barisan Para Paus" (untuk selanjutnya akan ditulis: BPP).

Berdasarkan apa yang saya saksikan di dalam BPP inilah, pada 30 September 2012, saya menerbitkan artikel di laman ini dan tanpa ragu menyatakan bahwa "Paus Baru akan muncul di tahun 2013".
Sayangnya para haters (pembenci-penghujat) yang tidak percaya menghujatku habis-habisan;

"Kamu pikir kamu itu Tuhan yaa, sehingga tahu kapan paus baru muncul??? Kamu yang nentuin kapan paus baru muncul?? Dasar orang gila. Pulang ke Atsabe sana, mandi dulu yang bersih".

Tapi apa yang terjadi? Tiba-tiba saja, pada 11 Februari 2013, Otoritas Vatican mengumumkan rencana pengunduran diri Paus Benedictus XVI. Dan akhirnya hanya berselang 151 hari artikel tersebut diterbitkan, Paus Benedictus XVI secara resmi mengundurkan diri pada 28 Februari 2013.

Pertanyaannya kini adalah; "Setelah saya menyaksikan semua paus yang berdiri dalam BPP, yang ALLAH perlihatkan kepadaku di Bukit Sio(n), pada 20 Februari 1994, maka apakah artikel saya edisi 30 September 2012 di mana saya menyatakan bahwa Paus Baru akan muncul di tahun 2013, dikategorikan sebagai "ramalan" atau "kesaksian iman?"




Saya hentikan dulu sementara artikel ini di sini, nanti malam baru saya lanjutkan, karena tiba-tiba saja saya merasa ngantuk sekali saat sedang menulis artikel ini.

Bagi rekan-rekan FB'ers (baik lovers maupun haters) yang mau membaca kembali artikel edisi 30 September 2012, silahkan saja. Di sana ada pertanyaan menarik yang perlu direnungkan.
Dalam Koncili Nicea I yang diselenggarakan pada tahun 325 (1691 tahun yang lalu), yang sebenarnya bertujuan (utama) untuk menyelesaikan "clash" antara dua Uskup; Arius dan Athanasius, salah satu produknya adalah "Doa Syahdat Iman" (Credo).

Dalam Credo, salah satu rumusn penting adalah bahwa; "TUHAN YESUS bangkit dari antara orang mati, lalu naik ke Surga duduk di sebelah (sisi) kanan ALLAH BAPA".

Pertanyaannya adalah; "Apakah kalimat teks(tual) berbunyi; DUDUK DI SISI KANAN ALLAH BAPA, sama artinya, atau sama esensi Teologinya, dengan DUDUK DI ATAS TAKHTA DAUD, seperti yang tertulis dalam Injil St. Lukas; 1:32, atau tidak sama?"

Selamat merayakan Hari SABAT Suci, karena ALLAH tidak pernah menghapus Hukum SABAT. Semoga TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: