Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Selasa, 23 Februari 2016

DI MASA DEPAN BUMI AKAN DIHANCURKAN ALLAH (bag: 3)

"Apa Makna Angka 600 Yang Ditulis Prof. Lucas Da Costa?"

Sebagaimana sudah saya janjikan pada seri sebelumnya bahwa pada seri ke-3 ini saya perlu menjawab pertanyaan dari sejumlah rekan FB'ers; "Apa makna angka 600 yang ditulis Prof. Lucas da Costa?"


Dalam artikel edisi 5 Februari 2016, berjudul; MENGAPA PRESIDEN RAMOS HORTA TERTEMBAK PADA 11 FEBRUARI 2008 (bag: 1) saya mengusulkan kepada Prof. Lucas Da Costa untuk menuliskan angka "600" di atas sehelai kertas putih polos dan mengirimkannya ke Atsabe bersama seekor "manumean" (ayam jantan merah, sebagai simbol AIR LAUT), dalam rangka melakukan lemparan koin berlambang Ratu Elisabeth II, sebanyak 171 kali pada 11 Februari 2016, bertepatan dengan genap 158 tahun penampakan pertama Bunda Suci Perawan Maria di Lourdes Perancis, dengan salah satu tujuannya adalah untuk memastikan; Apakah AIR LAUT jadi datang mengunjungi Kota Dili atau tidak?

Dan ternyata Prof. Lucas "mematuhinya". Dan juga hasil lemparan koin sebanyak 171 kali, memastikan bahwa AIR LAUT akan benar-benar mengunjungi Kota Dili. Maka kini saatnya saya harus menjelaskan apa makna angka 600 tersebut?

Angka 600 melambangkan sejumlah isu. Sekali lagi sejumlah isu. Bukan hanya satu isu. Salah satu isunya yang amat penting adalah bahwa angka 600 itu melambangkan; TANAH YAHUDI & BANGSA YAHUDI.

"Kok angka 600 melambangkan TANAH YAHUDI & BANGSA YAHUDI?" Ya. Salah satu "pesan impilisit" (terselubung) yang saya simpan (umpetin) di balik angka 600 itu adalah TANAH YAHUDI & BANGSA YAHUDI.

Coba Anda lafalkan angka 600 dalam Bahasa Indonesia menjadi; ENAM RATUS. Lalu konversikan 9 huruf dalam frasa ENAM RATUS ke dalam Bilangan Latin. Pasti hasilnya adalah; 112.
Setelah itu coba Anda koversikan semua huruf dalam TANAH YAHUDI & BANGSA YAHUDI ke dalam Bilangan Latin. Pasti hasilnya juga adalah; 112.

ENAM RATUS = 112
TANAH YAHUDI = 112
BANGSA YAHUDI = 112

Jadi poinnnya adalah, ketika saya meminta kesediaan Prof. Lucas da Costa untuk menuliskan angka 600 di atas sehelai kertas kosong, sama halnya saya saat itu sedang meminta Prof. Lucas untuk menuliskan "wasiat" yang ditinggalkan bagi rakyat Timor Leste, bahwa;

TANAH Timor Leste itu adalah TANAH YAHUDI dan
BANGSA Timor Leste itu adalah BANGSA YAHUDI.
Anehnya; DOKTER MUDA juga nilai numeriknya = 112 (???).

Dengan demikian, pada tataran konsepsional (boleh juga dibaca: pada tataran logika formal), angka 600 adalah "wasiat" (simbol) yang ditinggalkan oleh Profl Lucas untuk Generasi Muda Timor Leste di masa depan, yang dapat diadopsi dan di gunakan untuk membangun "doktirn-doktrin" (yang bersifat dogmatis), mengenai hal-hal kurisal di bawah ini:

(1). IDEOLOGI BANGSA
(2). IDENTITAS BANGSA
(3). FALSAFAH BANGSA

Tapi, di antara semua doktrin yang bersifat dogmatis tersebut, ada poin krusial yang wajib diamalkan, yakni bahwa; Karena TANAH Timor Leste adalah TANAH YAHUDI dan BANGSA Timor Leste itu adalah BANGSA YAHUDI, maka wajib hukumnya siapa pun yang hidup di atas TANAH YAHUDI (Timor Leste) harus MENGUDUSKAN HARI SABAT.

Karena semua TANAH yang statusnya adalah TANAH YAHUDI, dan semua BANGSA yang statusnya adalah BANGSA YAHUDI, terikat kepada PERJANJIAN yang diadakan ALLAH dengan NENEK MOYANG ORANG-ORANG YAHUDI, untuk secara turun-temurun, wajib hukumnya; harus MENGUDUSKAN HARI SABAT.



Dengan memelihara PENGUDUSAN HARI SABAT, bukan hanya akan membuat TANAH itu menjadi subur dan menghasilkan "buah berlimpah" untuk menghidupi orang-orang yang hidup di atasnya, tetapi juga, ketika waktunya telah genap, dan ALLAH harus menggenapi "Pesan Ilahi", sebagaimana telah dinubuatkan di dalam Kitab Yesaya, pasal 24 (sebagaimana saya kutip di akhir artikel ini), tanah-tanah yang telah MEMELIHARA pengudusan HARI SABAT, akan tetap dipelihara ALLAH untuk tidak dihancurkan bersama tanah-tanah yang lain yang tidak menguduskan HARI SABAT.

Karena berdasarkan "rahasia yang saya ketahui", yang diperlihatkan ALLAH kepadaku, pada Februari 1994, di Bukit Sio(n), sebagaimana sebagian telah saya tuliskan pada seri-seri artikel ini sebelumnya, bahwa ketika "penghancuran bumi" itu tiba, banyak benua dan pulau akan hilang lenyap.

Akan terbentuk konfigurasi topografi planet bumi yang baru, di mana manusia yang saat itu bertahan, hanya sedikit sekali, untuk memulai satu peradaban baru, sebelum kedatangan KRISTUS kedua.
Dalam kutipan pasal 24 Kitab Yesaya di bawah, ada kalimat yang menyatakan bahwa; "Manusia merubah hukum dan ketetapan Ilahi".

Kira-kira hukum dan ketetapan Ilahi yang mana yang telah dirubah manusia? Anda bisa menjawabnya sendiri, karena Anak TK juga tahu.

Dan ingat baik-baik; Timor Leste itu muncul sebagai sebuah negara baru di abad 21 ini, melalui REFERENDUM. Indonesia angkat kaki dari Timor Leste karena REFERENDUM. Bukan karena kalah dalam adu peluru & senjata.

Hasil Referendum diumumkan pada "Bilangan 4", yang melambangkan Hukum ALLAH yang ke-4 (Perintah ALLAH mengenai Pengudusan Hari SABAT). Dan Bilangan 4 itu juga jatuhnya pada Hari SABAT, yang merupakan Hari ke-7, di mana melambangkan PERJANJIAN ALLAH dengan NENEK MOYANG orang ISRAEL untuk harus memelihara dan menguduskan Hari ke-7 alias Hari SABAT (dan perjanjian ini telah menjadi PERJANJIAN KEKAL antara ALLAH dengan Orang ISRAEL secara turun-temurun).

Tapi fakta di lapangan; "Apakah selama ini orang Timor Leste menyadari hal ini dan menguduskan HARI SABAT?" Jawabannya: "Tidak sama sekali".

Orang Timor Leste lebih memilih tunduk dan taat pada "hukum yang dibuat manusia" ketimbang taat dan tunduk pada "Hukum ALLAH". Padahal jelas-jelas, negara itu lahir dan didirikan pada "Perintah ALLAH yang ke-4" (mengenai PENGUDUSAN Hari SABAT).

Tetapi mengapa justeru yang ditaati adalah "hukum buatan manusia?" Maka siap-siaplah menyambut "murka ALLAH", di mana, GEMPA akan benar-benar terjadi, kemudian TSUNAMI akan datang membawa AIR LAUT untuk mengunjungi Kota Dili jika waktunya telah genap.

"Kapan waktunya genap dan AIR LAUT mengunjungi Kota Dili?"

Saya kembali berpegang pada "angka 600" yang merupakan "wasiat" dari Prof. Lucas Da Costa. Kok kembali angka 600?

Coba Anda lafalkan angka 600 menjadi ENAM KOSONG-KOSONG. Lalu konversikan semua huruf dalam frasa ENAM KOSONG-KOSONG ke dalam Bilangan Latin. Pasti hasilnya = 195.

ENAM = 33
KOSONG = 81
KOSONG = 81.
ENAM + KOSONG + KOSONG = 33+81+81 = 195.

Kemudian lafalkan tahun 2017 dengan Bahasa Indoensia menjadi; DUA RIBU TUJUH BELAS, lalu konversikan semua huruf dalam kalimat DUA RIBU TUJUH BELAS ke dalam Bilangan Latin, pasti hasilnya juga = 195.

Dengan demikian maka ketika saya meminta kesediaan Prof. Lucas untuk menuliskan angka 600 di atas sehelai kertas putih polos untuk dikirim ke Atsabe bersama seekor MANUMEAN, sama halnya saya sedang memberi pesan bahwa AIR LAUT akan mengunjungi Kota Dili pada tahun 2017, sebagaimana telahs aya umumkan pada 10 Desember 2015.

Dan ternyata saat dilakukan lemparan koin sebanyak 171 kali, perbandingannya adalah; 82:89 (82 berbanding 89). Bukankah nilai numerik AIR LAUT itu = 82. Munculnya angka AIR LAUT 82 pada lemparan koin berlambang Ratu Elizabeth II sebanyak 171 kali ini, memastikan "pesan dari dunia lain" bahwa AIR LAUT benar-benar akan mengunjungi Dili.

Sejumlah teman FB'ers telah mengirimkan mimpi mereka mengenai Kota Dili tenggelam oleh AIR LAUT. Anehnya, ada 3 orang FB'ers yang mimpinya sama persis, bahwa AIR LAUT akan mengunjungi Kota Dili sebanyak 2X. Kok, bisa, 3 orang bermimpi tentang satu isu yang sama persis?
Saya sedang menyiapkan sebuah artikel dalam Bahasa Tetun untuk menerbitkan mimpi-mimpi aneh mengenai AIR LAUT yang dikirimkan sejumlah FB'ers yang telah disampaikan kepada saya.

Pertanyaan lain yang juga muncul dari sejumlah FB'ers adalah;
 
(1). "Mengapa koin itu harus berlambang Ratu Elizabeth II?"
(2). "Mengapa lemparan koin harus sebanyak 171 kali?"

Saya akan menjawabnya melalui artikel berjudul; ANTARA ISRAEL, UK & TIMOR". Mengapa saya memilih thema (judul) ini?

Coba Anda konversikan 3 item ini; ISRAEL, UK & TIMOR ke dalam Bilangan Latin. Pasti hasilnya = 171.

ISRAEL = 64
UK = 32
TIMOR = 75
ISRAEL + UK + TIMOR = 64 + 32 + 75 = 171.

Pertanyaannya yang cukup menggoda adalah; "Apakah UK, Negeri Ratu Elizabeth II juga adalah TANAH YAHUDI, bagian dari ISRAEL???

Saya belum bersedia menjawab pertanyaan terakhir ini (Apakah UK adalah TANAH YAHUDI atau bukan?) Tapi yang pasti, berdasarkan "rahasia yang ALLAH perlihatkan kepadaku di Bukit Sio(n), pada Februari 1994, dapat saya pastikan bahwa salah satu Raja Inggris yang sangat terkenal, yang pernah hidup di masa lalu adalah; KETURUNAN DAUD secara biologis.

Atas alasan inilah, mengapa koin yang saya sarankan untuk harus digunakan Avo Valente guna melakukan lemparan sebanyak 171 kali ada 11 Februari 2016 , wajib hukumnya harus lah koin berlambang Ratu Elizabeth II.

MERENUNGKAN NUBUAT NABI YESAYA TENTANG KEHANCURAN BUMI

Thema sentral artikel ini adalah; "DI Mase Depan ALLAH Akan Menghancurkan Bumi". Saya memilih thema ini berdasarkan apa yang diperlihatkan ALLAH pada Februari 1994 di Bukit Sio(n), Kaki Gung Ramelau Timor-Timur (saat itu belum bernama Timor Leste).

Tapi ternyata juga, dalam Kitab Suci, tepatnya dalam Kitab Yesaya, isu tentang bumia akan dihancurkan, telah dinubuatkan oleh Nabi Yesasay, sebagaimana saya kutip berikut ini (sumber; http://www.jesoes.com).

============================================
Yesya; 24:1-23 (Bumi dihancurkan)
(1) Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya.
(2) Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam, seperti nasib hamba laki-laki demikianlah nasib tuannya, seperti nasib hamba perempuan demikianlah nasib nyonyanya, seperti nasib pembeli demikianlah nasib penjual, seperti nasib peminjam demikianlah nasib yang meminjamkan, seperti nasib orang yang berhutang demikianlah nasib orang yang berpiutang.
(3) Bumi akan ditanduskan setandus-tandusnya, dan akan dijarah sehabis-habisnya, sebab Tuhanlah yang mengucapkan firman ini.
(4) Bumi berkabung dan layu, ya, dunia merana dan layu, langit dan bumi merana bersama.
(5) Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi.
(6) Sebab itu sumpah serapah akan memakan bumi, dan penduduknya akan mendapat hukuman; sebab itu penduduk bumi akan hangus lenyap, dan manusia akan tinggal sedikit.
(7) Air anggur tidak menggirangkan lagi, pohon anggur merana, dan semua orang yang bersukahati mengeluh.
(8) Kegirangan suara rebana sudah berhenti, keramaian orang-orang yang beria-ria sudah diam, dan kegirangan suara kecapi sudah berhenti.
(9) Tiada lagi orang minum anggur dengan bernyanyi, arak menjadi pahit bagi orang yang meminumnya.
(10) Kota yang kacau riuh sudah hancur, setiap rumah sudah tertutup, tidak dapat dimasuki.
(11) Orang menjerit di jalan-jalan karena tiada anggur, segala sukacita sudah lenyap, kegirangan bumi sudah hilang.
(12) Yang terdapat dalam kota hanya kerusakan, pintu gerbang telah didobrak dan runtuh.
(13) Sebab beginilah akan terjadi di atas bumi, di tengah-tengah bangsa-bangsa, yaitu seperti pada waktu orang menjolok buah zaitun, seperti pada waktu pemetikan susulan, apabila panen buah anggur sudah berakhir.
(14) Dengan suara nyaring mereka bersorak-sorai, demi kemegahan TUHAN, mereka memekik dari sebelah barat:
(15) Sebab itu permuliakanlah TUHAN di negeri-negeri timur, nama TUHAN, Allah Israel, di tanah-tanah pesisir laut!
(16) Dari ujung bumi kami dengar nyanyian pujian: "Hormat bagi Yang Mahaadil!" Tetapi aku berkata: "Kurus merana aku, kurus merana aku. Celakalah aku! Sebab para penggarong menggarong, ya, terus-menerus mereka melakukan penggarongannya!"
(17) Hai penduduk bumi, kamu akan dikejutkan, akan masuk pelubang dan jerat!
(18) Maka yang lari karena bunyi yang mengejutkan akan jatuh ke dalam pelubang, dan yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat. Sebab tingkap-tingkap di langit akan terbuka dan akan bergoncang dasar-dasar bumi.
(19) Bumi remuk redam, bumi hancur luluh bumi goncang-gancing.
(20) Bumi terhuyung-huyung sama sekali seperti orang mabuk dan goyang seperti gubuk yang ditiup angin; dosa pemberontakannya menimpa dia dengan sangat, ia rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi.
(21) Maka pada hari itu TUHAN akan menghukum tentara langit di langit dan raja-raja bumi di atas bumi.
(22) Mereka akan dikumpulkan bersama-sama, seperti tahanan dimasukkan dalam liang; mereka akan dimasukkan dalam penjara dan akan dihukum sesudah waktu yang lama.
(23) Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan matahari terik akan mendapat malu, sebab TUHAN semesta alam akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya.
===========================================

AYAT 515 YANG MENARIK PERHATIAN SAYA

Dari kutipan di atas, secara pribadi saya merasa tertarik dengan kutipan; "515". Kutipan "515" yang saya maksudkan di sini adalah; Pesan Ilahi yang tertulis pada ayat 5 dan ayat 15 yang berbunyi;
(5) Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi.

(15) Sebab itu permuliakanlah TUHAN di negeri-negeri timur, nama TUHAN, Allah Israel, di tanah-tanah pesisir laut!

Kira-kira siapakah yang dimaksud dengan pesan yang tertulis dalam ayat 5 di atas, yang telah melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi?

Kira-kira ketetapan yang mana yang telah dirubah? Perjanjian yang mana yang telah diingkari? Jika Bangsa Romawi yang dianggap sebagai fihak yang telah merubah ketetapan dan mengingkari Perjanjian ALLAH dengan Orang ISRAEL; Apakah Leluhur Bangsa Romawi itu ORANG ISRAEL, sehingga mereka harus tunduk pada kewajiban untuk memathui Perjanjian yang dibuat ALLAH dengan Bangsa YAHUDI (Bangsa Israel)?

Jika Leluhur Bangsa Romawi adalah "Orang ISRAEL-YAHUDI, maka seharusnya TANAH ROMAWI adalah juga TANAH YAHUDI? Tapi jika saya sertakan ROMAWI ke dalam; ISRAEL, UK & TIMOR, apakah nilai konversinya akan tetap menghasilkan angka 171?

Kaya'nya TIDAK. Anak TK juga tahu, kalau saya gabungkan; ROMAWI, ISRAEL, UK & TIMOR, nilai konvesikan, hasilnya bukan lagi "171". Ini artinya jika saya sertakan Bangsa ROMAWI ke dalam "tiga serangkai" (ISRAEL, UK & TIMOR), maka akan merubah, bahkan merusak, konfigurasi; 171".

Dalam ayat 15; ada frasa berbunyi; "Negeri-negeri TIMUR". Timur yang mana ya? Terus juga ada kata-kata; "Tanah-tanah pesisir Laut" (???)

Untuk itu, saya akan jadikan dua ayat ini (ayat 5 & ayat 15) menjadi; "Teori 515". Saya senang dengan "Teori 515", karena pada 7 Juli 1996, TUHAN YESUS menampakkan Diri di sebuah dusun, di mana Pasukan dari Kodam V Brawijaya, yakni Batalyon "515" mendirikan pos mereka.

Saya sendiri tidak tahu mengapa TUHAN memilih tempat di mana Batalyon 515, mendirikan pos mereka sebagai tempat untuk menampakkan Diri-Nya?

Dusun itu terletak di Desa Laclo, Sub Distrito Atsabe. Entah kebetulan atau tidak, nilai numerik frasa LACLO = SABAT = RAFAEL = 43.

Semoga saja bukan kebetulan belaka. Karena para Filsuf dan orang bijak lainnya bilang; "Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini".

Mudah-mudahan catatan ini bermanfaat. TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: