Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 08 Februari 2016

CARA MEMPREDIKSI WAKTU KELAHIRAN ANAK




Banyak bumil (ibu hamil) saat memeriksakan kehamilannya kepada seorang dokter, biasanya pada saat melakukan ANC (Ante Natal Care), menanyakan; "Kapan anak saya lahir dok?"
Salah satu cara (metode) yang digunakan para dokter untuk memperkirakan waktu kelahiran anak, yakni teori (rumus) NAEGELE.


Di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, pada jamanku, perkiraan waktu kelahiran anak, biasanya ditulis di les pasien (medical record), dengan singkatan TP = Taksiran Partus. TP ditentukan setelah dokter memperoleh info pasti dari sang ibu, mengenai HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir).
Jika sang ibu lupa mengenai HPHT, dan asal main copot informasi yang tidak pasti untuk disampaikan kepada dokter, maka ujung-ujungnya, dokter juga akan keliru (meleset) menentukan TP.
Oleh karena itu, betapa pentingnya para ibu harus hafal benar, kapan HPHT yang sesungguhnya.

Jangan hanya hafal; kapan "kumpul" sama suami" yang sesungguhnya (Emangnya ada suami yang tidak sesungguhnya???? Biasanya sih banyak. Apalagi jaman sekarang, sudah jadi mode hidup alias life style).

Cara menggunakan rumus Naegele, sederhana sekali, yaitu; tanggal ditambah satu, bulan dikurangi tiga dan tahun ditambah satu. Coba simak uraian berikut ini;

1. Tanggal HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) diformulasikan menjadi;
D = tanggal
M = bulan
Y = tahun

Contoh:

Seorang bumil saat dianamnesa dokter mengatakan bahwa HPHT nya adalah pada tanggal 1, bulan Juni, tahun 2015. Maka kita tinggal ubah tanggal menjadi D, bulan menjadi M, dan tahun menjadi Y.
Maka formasinya menjadi; D = 1; M = 6; Y = 2015.

2. Selanjutnya tinggal masukkan angka tersebut ke rumus “Naegele”:
Rumus: TP = (D + 7), (M – 3), (Y + 1).

Maka untuk bumil yang HPHT-nya adalah 1 Juni 2015, dimasukkan ke rumus;
TP = (1 + 7), (6 – 3), (2015 + 1).

Maka TP-nya adalah; tanggal 8 Maret 2016.

Rumus “Naegele” hanya bisa dipergunakan untuk wanita yang siklus haidnya teratur, yakni antara 28-30 hari. Untuk mengurangi kemungkinan terlalu jauh perkiraan perhitungan yang meleset, untuk wanita yang siklus haidnya pendek, ditambahkan beberapa hari dari hari-H. Sedang yang siklus haidnya panjang, akan dikurangi beberapa hari dari hari-H.

Untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari dan Maret, maka rumus untuk bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap (tidak perlu ditambahkan 1).

Perhitungan ini, memiliki margin error (kurang-lebih 7 hari). Mengacu kepada data statistik di lapangan, adakalanya perkiraan tanggal persalinan meleset antara 7 hari sebelum atau sesudahnya. Etiologinya (penyebabnya); multi-faktorial. Salah satunya karena sang ibu salah menyampaikan informasi HPHT yang kurang tepat, kepada dokter .

Jadi hanya sekitar 5% bayi yang akan lahir sesuai perhitungan ini. Untuk mempersempit margin error ini dokter biasanya menggunakan cara menentukan TP lainnya.

Cara lain untuk mengetahui usia kehamilan adalah dengan melakukan pemeriksaan USG (Ultrasonografi). Pada pemeriksaan USG akan dihitung besar kepala janin, panjang tulang paha dan sebagainya.

Cara lain bagi dokter atau bidan mengetahui usia kehamilan adalah dengan memeriksa TFU (Tinggi Fundus Uteri). Selain itu bisa juga dengan cara; menanyakan kepada ibu, kapan janin mulai terasa bergerak? (biasanya janin mulai bergerak saat usia kehamilan memasuki 4 bulan).

Semoga sekilas info ini bermanfaat. Selamat berakhir pekan. TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih memberkati selalu. Amin.

Tidak ada komentar: