Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 08 Februari 2016

APAKAH TIMOR LESTE NEGARA ULTRA SEKULER?



Negara yang secara resmi (formal) mengadopsi sistim ultra sekular di bumi ini banyak. Timor Leste salah satunya. 


Coba baca Konstitusi Timor Leste. Mulai dari Preamblue (Pembukaan) sampai pasal terakhir, tidak satu kali pun Nama TUHAN, ALLAH, GOD, DEUS, DEI, DIO, Sang Pencipta, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pengasih, KRISTUS, YESUS, dan seterusnya, disebutkan di sana.

Indonesia yang wilayahnya begitu sangat-sangat luas saja kalah dibandingkan dengan Timor Leste. Jangankan Indonesia. Amerika yang menyandang status sebagai negara adi daya saja kalah dengan Timor Leste.

Pada Pembukaan UUD 45, aliena 3, ada satu kali Nama ALLAH disebutkan. Aliena tersebut memuat pengakuan akan rahmat ALLAH atas tercapainya Kemerdekaan Indonesia.

Belum lagi, Indonesia memiliki dasar negara (Falsafah Bangsa) Pancasila yang menempatkan Nama TUHAN pada sila pertama.

Amerika sendiri, bangsa yang adi daya, mata uangnya menuliskan slogan nasioanl; IN GOD WE TRUST. Ini mencerminkan Falsafah orang Amerika percaya total pada Kuasa ALLAH.

Hampir setiap Presiden Amerika mengakhiri setiap pidato kenegaraan dengan mengucapkan kalimat; GOD BLESS AMERICA. Presiden Amerika sebagai simbol kedaulatan bangsa, selalu mengharapkan berkat TUHAN untuk Amerika.

Bagaimana dengan Timor Leste yang kecil? Sepertinya orang Timor Leste (baca: Pemimpin bangsanya), pada tataran formalnya, tidak mengandalkan Kekuasaan TUHAN. Apalagi mengharapkan berkat ALLAH atas negara mini itu. Karena mereka mengandalkan kemampuan manusia(wi)nya untuk membangun Timor Leste.

Tentunya ini hebat sekali. Perlu diajungi dua jempol sekaligus. Mungkin karena itulah pada 31 Juli 2013, tengah malam, saya menyaksikan TV ONE menyiarkan berita, termasuk mewawancarai sejumlah pemimpin Timor Leste, dengan menyimpulkan bahwa; TIMOR LESTE itu adalah NEGARA yang secara formal menganut SISTIM SEKULER MURNI.

Orang Indonesia boleh saja memiliki Falsafah Pancasila yang menempatkan TUHAN pada sila pertama. Orang Indonesia mengakui Kemerdekaan bangsanya tercapai berkat rahmat ALLAH, sebagaimana tertera pada alinea 3 Pembukaan UUD 45.

Orang Amerika boleh saja memiliki slogan nasional; IN GOD WE TRUST. Presiden Amerika boleh saja menutup setiap pidato kenegaraannya dengan mengucapkan kalimat; GOD BLESS AMERICA.
Tapi tidak dengan orang Timor Leste. Orang Timor Leste tidak membutuhkan Falsafah Bangsa. Orang Timor Leste tidak membutuhkan slogan nasional yang menyebut Nama TUHAN.

Pada tataran formal (sistem tata negara), Timor Leste tidak butuh itu semua. Orang Timor Leste tidak perlu secara resmi mengakui bahwa berdirinya negara kecil itu karena jasa ALLAH. Melainkan semata-mata karena (murni) "hasil kehendak bebas manusia". Kalau mau mengakui TUHAN, itu urusan pribadi. Bukan urusan negara. Jangan membawa TUHAN ke dalam (sistim) negara. Jauhkan TUHAN, sejauh-jauhnya, dari urusan (sistim) negara.

Semoga catatan renungan ini bermanfaat. TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: