Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Jumat, 12 Februari 2016

ANTARA PITYRIASIS ALBA & BANGSAWAN MAJAPAHIT (bag: 7)



================================================================
Mengapa hasil lemparan koin memunculkan formasi bilangan kemenangan Referendum? Apakah Presiden Timor Leste ke-6 seorang Bangsawan?
===============================================================


Hasil lemparan koin berlambang Ratu Elizabeth II yang dilakukan Avo Valente, tepat pada 11 Februari 2016, genap 158 tahun penampakan pertama Bunda Maria di Lourdes Perancis, menurutku agak mengejutkan, karena munculnya formasi bilangan; 82:89.

Sisi koin yang menggambarkan wajah Ratu Elizabeth II muncul sebanyak 82 kali, sementara sisi koin yang melambangkan angka "20", muncul sebanyak 89 kali. "Apa makna dari 82 & 89?"

Ada banyak "thesis" dan "teori" yang dapat kita bangun dari formasi unik ini (82:89). Tapi sekedar iseng-iseng, coba Anda lafalkan formasi ini dengan bunyi; DELAPAN PULUH DUA - DELAPAN PULUH SEMBILAN, lalu konversikan semua huruf yang ada di sana ke dalam "Bilangan Latin".
Hasilnya ternyata sama dan paralel dengan hasil kemenangan Referendum 1999, yaitu; TUJUH PULUH DELAPAN KOMA LIMA PERSEN (78,5%).

Jika kita konversikan semua huruf dalam kalimat; DELAPAN PULUH DUA + DELAPAN PULUH SEMBILAN ke dalam bilangan Latin, hasilnya = 363.

Demikian pula jika kita konversikan semua huruf yang ada dalam pelafalan kemenangan Referendum 1999, yakni; TUJUH PULUH DELAPAN KOMA LIMA PERSEN, hasilnya juga = 363.

DELAPAN PULUH DUA - DELAPAN PULUH SEMBILAN = 363.
TUJUH PULUH DELAPAN KOMA LIMA PERSEN = 363.

"Apakah ada di antara Anda yang menanggap ini bisa terjadi karena sekedar berlakunya teori co-insidensi?" Anda bebas berpendapat.

Dan anehnya lagi, kenapa dalam formasi tersebut harus muncul pula angka 82 yang merupakan simbol bilangan dari isu-isu seperti;

AIR LAUT = 82
MONARKIA = 82
BANGSAWAN = 82

Seandainya saja lemparan koin tersebut tidak disertai penyembelihan MANUMEAN (ayam jantan merah) yang menyebabkan tumpahnya MANU RAN (darah ayam), apakah akan muncul bilangan "82" (???). Karena frasa MANUMEAN dan MANU RAN, juga menghasilkan bilangan "82".



Sebelum Avo Besimau melakukan lemparan pada keesokan harinya, pada malam harinya, saat saya berbicara dengannya melalui telfon selama sekitar 3 jam, saya sempat berkata begini kepada Avo Besimau;

"Avoo, se karik avo la hetan manu aman mean, ou se karik Tiu Lucas sira la haruka manu aman mean ruma mai husi Dili, la iha buat ida. Naran manu aman ida. La precsia koor mean mos diak. Naran manu aman ida hodi simboliza buat hotu. Mas se karik manu aman deit mos laiha, yaa la buat ida. Importante avo soe deit osan dala 171. Ita halo buat ne laos tamba ita nia hakarak rasik hodi buka naran, buka riku no buka sai boot. Maibee ita halo buat ne tamba ita kumpri deit Nai MAROMAK Nia plano no obras. Se karik ida ne tama dunik iha Nai MAROMAK Nia plano no obras, avo fiar deit, Nai MAROMAK sei halo buat hotu, aban, sedu ou tarde, avo pasti sei hetan manu aman mean ida".

Ternyata pada pagi harinya, utusan dari Dili tiba-tiba muncul di Atsabe, dengan seekor MANUMEAN (ayam jantan merah). Pertanyaan yang akan tetap menggelitik saya adalah;

"Seandainya saja MANUMEAN tidak datang, apakah akan muncul bilangan "82", yang melambangkan MANUMEAN?



Pertanyaan yang mungkin perlu kita renungkan bersama adalah; "Apakah kedatangan AIR LAUT mengunjungi Kota Dili, alasannya adalah karena ALLAH tidak pernah mentakdirkan Timor Leste itu sebagai Negara REPUBLICA? Melainkan MONARKIA (82)?

Kalau tidak karena alasan MONARKIA, untuk apa AIR LAUT datang menggenangi Kota Dili? Atau kalimat ini dibuat dalam bentuk varian lain;

"Kalau MONARKIA dan AIR LAUT tidak akan datang, mengapa hasil lemparan harus memunculkan bilangan "82?"

Ataukah munculnya angka "82" ini karena wanita yang saya beri tugas untuk mencatat segala sesuatunya bernama; ALBERTINA? Karena antara ALBERTINA & AIR LAUT, jika dikonversikan hasilnya juga sama-sama 82.

Sepepuku ini (Albertina) menceritakan melalui telfon mengenai proses berlangsungnya pelemparan koin sebanyak 171 kali tersebut. Karena lemparan koin dilakukan di dalam rumah, dekat ortorio (tempat doa yang ada Patung Bunda Maria)), maka kadang begitu Avo Valente lempar, koinnya jatuh lalu menggelinding memasuki kolong lemari kayu yang berat.

Maka untuk melihat sisi mana yang muncul, apakah sisi yang menggambarkan wajah Ratu Elizabeth II, atau sisi yang tertulis angka 20, mereka harus memindahkan lemari kayu yang lumayan berat.
Yang menjadi bahan renungan saya adalah; Begitu tahu bahwa dua koin yang mereka miliki, salah satu sisinya tertulis angka "20", maka malam itu juga, saya meminta sepupuku itu (Albertina) untuk menuliskan kata-kata DAVID OAN (Anak Daud) dan angka cantik "888" (yang melambangkan Nama YESUS dalam Bahasa Ibrani), di sehelai kertas putih.



Kemudian kertas yang berisi tulisan DAVID OAN dan simbol Nama YESUS (888) tersebut ditaruh di Kaki Bunda Suci Perawan Maria. Ternyata pada keesokan harinya, setelah dilakukan lemparan sebanyak 171 kali, sisi koin yang tertulis angka "20", muncul lebih banyak (7X) dari pada sisi koin yang melambangkan wajah Ratu Elizabeth II.

Mengapa harus menuliskan frasa DAVID OAN? Jawabannya karena angka "20" dilafalkan dengan Bahasa Portugis, bunyinya VINTE. Jika frasa VINTE dan frasa DAVID OAN dikonversikan ke dalam Bilangan Latin, akan sama-sama menghasilkan "Bilangan 70".

DAVID OAN = 70.
VINTE = 70
VATICAN =70

Pertanyaannya adalah; "Apakah jika malam itu saya tidak meminta sepupuku bernama AIR LAUT alias ALBERTINA, untuk menuliskan frasa DAVID OAN, dan ditaruh di Kaki Bunda Maria semalaman sebelum melakukan lemparan, apakah hasil lemparan 171 kali, akan memunculkan simbol DAVID OAN (Vinte) lebih banyak?"



Yang juga menjadi bahan renungan saya adalah; "Karena koin yang digunakan dua buah, dan kedua koin tersebut masing-masing sisinya tertulis angka 20, dan jika digabungkan akan menjadi; "2020", maka jujur saja, saya sedang memikirkan satu kejadian fenomenal, saat dunia akan melangkah memasuki tahun 2020.

Sepertinya akan ada kejadian monumental pada tahun 2020. Tapi untuk sementara kita lupakan saja dulu kejadian fenomenal tahun 2020, saya mengajak Pembaca, khususnya yang di Timor Leste, untuk merenungkan pertanyaan (reflexi) berikut ini.

Sekitar seminggu sebelum dilakukan lemparan koin, saya telah menuliskan dalam salah satu artikel bahwa tujuan dilakukan lemparan koin untuk memastikan sejumlah isu, antara lain, selain untuk memastikan mengenai kedatangan AIR LAUT, juga dari hasil lemparan koin, kita bisa mengetahui ID(entitas) Preisden Timor Leste ke-6, yang akan memenangkan Pilpres 2017.

Nah, pertanyaan yang menggoda untuk direnungkan adalah;

"Apakah dengan munculnya wajah Ratu Elizabeth II (Bangsawan Kerajaan Inggris) sebanyak 82 kali, apakah ini sebagai isyarat (pesan) dari ALLAH dan ALAM bahwa Presiden Timor Leste ke-6 memiliki DARAH BIRU (Bangsawan)?

Karena jika kita konversikan frasa BANGSAWAN maupun frasa DARAH BIRU ke dalam Bilangan Latin, hasilnya sama-sama memunculkan angka "82". Kita tunggu saja bagaimana hasil Pilpres 2017. Que seraa seraa...!!


Semoga catatan ini bermanfaat. TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih senantiasa memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

CATATAN KAKI;

Artikel ini dapat juga Anda baca di lama FB Rama Cristo dengan judul yang berbeda.

Tidak ada komentar: