Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 15 Februari 2016

ANTARA PITYRIASIS ALBA & BANGSAWAN MAJAPAHIT (bag: 8)




THE BLACK MESSIAH: “ANAK DAUD HARUS DISEMBELIH UNTUK MENGGENAPI PESAN ILAHI YANG TERTULIS DALAM KITAB SUCI”

==============================================
Bintang Daud Telah Muncul Di Acu Buci Rema Tadi Malam
==============================================

Melalui seri ke-8 ini, saya sampaikan info singkat bahwa tadi malam, menjelang pukul 10 malam Waktu Timor Leste, telah muncul Bintang Daud di Dusun "Acu Buci Rema", tempat kelahiran Prof. Lucas da Costa (Rektor UNPAZ) Dili (Timor Leste).


Saya kurang tahu pasti, apakah "Acu Buci Rema", itu masuk wilayah Suco Laclo atau Suco Paramim? Maklum, saya sudah sangat lama meninggalkan Atsabe. Tapi yang pasti Acu Buci Rema masuk wilayah Atsabe.

Saat Binatng Daud muncul, disaksikan langsung oleh "6 orang". Ke-6 orang tersebut, 3 wanita, 3 pria. Salah satu dari ke-6 orang tersebut adalah "Avo Ramelau" (baca: Avo Besiamu), yang saya mintai tolong untuk melakukan lemparan koin Ratu Eliazabeth II sebanyak 171 kali, pada 11 Februari 2016, sebagaimana sudah saya kisahkan dalam sejumlah sebelumnya.

Dari ke-6 orang tersebut, dua orang lainnya yang bernama belun Armando dan belun Julio, bukan merupakan penduduk Kecamatan Atsabe, melaikan berasal dari "Katirai" Kecamatan Letefoho. Keduanya adalah "badaen" yang sedang membangun rumah Avo Besimau (sudah mamsuki tahap finishing).

Tanda yang saya namai "Bintang Daud" tersebut, pertama muncul dekat makam (rate) di Acu Buci Rema, tampak seperti api, lalu naik secara perlahan-lahan, makin lama makin tinggi, makin tinggi, makin tinggi dan kemudian mencapai langit dan berubah (tampak) seperti sebuah bintang, tapi dengan terang yang lebih besar dari bintang-bintang di sekitarnya.

Kronologis lengkap mengenai kejadian aneh tersebut, jika Prof. Lucas atau primu Aka (Miguel Lucas L Costa), ingin mengetahui, boleh tanyakan langsung kepada Avo Ramelau. Tadi malam saya mendapatkan berita mengenai kemunculan Bintang Daud, menjelang pukul 9 malam.

Saat itu saya sedang online, dan chat dengan sepupuku Atina (Albertina). Sambil chat, tiba-tiba ada keinginan kuat untuk melihat-lihat kembali foto "Manu Ain" (kaki ayam), yang disembelih di Raeudu, Laclo Atsabe, pada 11 Februari 2016.

Di detik-detik saya sedang memperhatikan "6 cakar" kaki ayam tersebut, sebagaimana terlihat dalam foto terlampir, sambil menunggu sepupuku Atina membalas pesanku via inbox, tiba-tiba saja sepupuku dipanggil kedua orang tuanya, Avo Ramelau dan Avo Maria", untuk cepat keluar kamar guna melihat kejadian aneh di mana ada semacam "pijaran api", yang tibat-tiba muncul dari lokasi Acu Buci Rema.

Atina pun keluar dan ikut menyaksikan kejadian aneh tersebut, sambil pada saat yang bersamaan, saya meminta Atina untuk melaporkan detailnya secara langsung. Jadi Atina seakan-akan jurnalis yang meliput kejadian aneh tersebut dan melaporkan secara langsung kepada saya.

Apa yang tampak seperti "pijaran api" tersebut, naik secara perlahan meninggalkan Acu Buci Rema, terus perlahan bergerak naik, dan tampak seperti "spot light", lalu terus naik, naik, dan naik mencapai langit, lalu berubah bentuknya (tampak) seperti bintang tapi dengan terang yang lebih besar dari bintang-bintang di sekitarnya, kemudian mereka ber-6 melihat "bintang" yang baru mencapai langit tersebut, terlihat di kelilingi oleh hal yang tampaknya aneh yang sulit diidentifikasi (dilukiskan) oleh mereka.

MIMPI ANEH BELUN ARMANDO

Setelah itu, karena HP Atina lowbat maka chatting saya dengan Atina terputus. Tadi pagi saya terima khabar bahwa semalam belun Armando yang berasal dari Katirai Letefoho bermimpi aneh.

Belun Armando bermimpi melihat "bintang" yang tadi malam mereka lihat, terbang turun dari langit dan jatuh tepat di rumah Avo Ramelau, rumah di mana menjadi tempat penyembelihan manumean untuk melakukan lemparan koin berlambang Ratu Elizabeth pada 11 Februari 2016.

Dalam mimpi tersebut, belun Armando juga melihat Avo Ramelau keluar rumah dan bermaksud untul mengambil bintang tersebut. Avo Ramelau memanggil orang-orang untuk membawakan "tais kasee meta" (tais hitam), guna membungkus "Bintang Daud" yang baru saja jatuh dari langit.

Kemudian sepupuku Atina keluar dan berkata kepada Avo Ramelau, agar sebelum "Bintang Daud" diangkat dari tempatnya jatuh, harus berdoa dulu. Itulah mimpi belun Armando tadi malam.

MENGAPA SAYA MENAMAKANNYA BINTANG DAUD?

Saya menamakan apa yang muncul tadi malam mereka saksikan dengan nama (nomenklatur) "Bintang Daud", karena kisah berikut ini;

Tanggal 23 Juli 2015, saya menerbitkan artikel di laman FB ini. Anda bisa membacanya jika berminat karena artikel tersebut masih ada di sana, termasuk komen-komen dari para FB'ers.
Poin sentral artikel tersebut adalah bahwa; "Dalam tubuh Renetil ada murid YESUS". Untuk memastikannya, akan ada satu kejadian di Vatican yang akan terjadi sebelum tahun 2015 berakhir. Jika tidak terjadi maka saya akan menutup akun ini.

Lalu tanggal 19 Desember 2015 saya kembali menerbitkan satu artikel dengan judul; BERITA MENGEJUTKAN DARI BANGSAWAN ATARA. Artikel tersebut juga masih ada di laman FB ini. Silahkan dibaca jika berminat.

Poin sentral artikel tersebut, saya mengatakan bahwa; "Tanah Timor (tanpa) Leste pernah melahirkan DARAH DAUD secara biologis. Untuk memastikannya, maka sebelum tahun 2015 berakhir, sesuatu akan terjadi di Vatican. Jika tidak tidak terjadi maka saya akan menutup akun ini.

Beberapa jam setelah artikel tersebut diposting pada sore harinya, pada malam harinya, sekitar jam 8 malam, saya bertemu sepupuku Aka (Miguel Lucas L Costa). Aka menjemputku di kos.

Dari kos, kami berdua "hang out" ke Sanglah (Denpasar) dan "ngopi bareng" di kawasan Genteng Biru Sanglah. Setelah itu, Aka mengantarkan saya pulang ke kos, dan Aka pun balik ke rumah sepupuku yang lain (Berto/Liberto Guerra Maria da Costa/putera bungsu Prof. Lucas yang tinggal di Denpasar).

Sampai di kos, saat akan meninggalkan saya, Aka sempat memberi saya uang Rp 900.000 (sembilan ratus ribu rupiah), katanya buat beli pulsa modem atau pulsa telfon (Puji TUHAN YESUS, dapat rejeki nomplok).

Sebenarnya saat akan meninggalkan Genteng Biru, sepupuku itu meminta saya untuk mengantarkannya ke tempat "babi guling". Karena dia ingin sekali makan babi guling malam itu.
Tapi karena saya lagi dalam masa-masa Puasa VVV, saya pura-pura bilang; "Kayaknya jam segini babi guling sudah pada tutup". Padahal di benakku; "Pasar Kreneng kan jam segini babi guling lagi sedang rame-ramenya diserbu pengunjung".

Akhirnya sepuku itu bilang; "Ya sudah, kalah begitu lain kali saja. Akhrinya kami berdua balik ke kos. Malam itu, tanggal 19 Desember 2015, hanya selang sekian jam sepupuku itu meninggalkan saya, saya bermimpi aneh.

Mimpi itu mengatakan, saya harus menggunakan uang yang diberi sepupuku Aka untuk membeli "BINTANG DAUD" (tapi yang warnanya harus hitam) guna dikirim bersama-sama dengan benda elektronik lainnya, yang juga berwarna hitam, bersimbol "Nama YESUS (888), ke Timor Leste.

Benda berwarna hitam, dengan simbol Nama YESUS (888), telah saya beli 4 hari sebelumnya, yakni pada 15 Desember 2015, juga karena mimpi aneh. Ternyata yang dimaksud dengan membeli "BINTANG DAUD" itu adalah membeli sebuah benda elektronik yang bernama BB (Black Berry).
Dalam mimpi, saya diberi pesan bahwa; "Setelah BINTANG DAUD (baca: BLACK BERRY) dikirim ke Timor Leste, akan muncul BINTANG DAUD di langit. Setelah tersadar dari mimpi, saya merenungkan mimpi aneh tersebut.

Tapi yang saya tidak memahami (karena memang tidak masuk akal) adalah; "Bagaimana mungkin akan muncul BINTANG DAUD di Timor Leste. Apalagi dalam mimpi juga tidak disebutkan BINTANG DAUD akan muncul di Timor Leste bagian mana?" Tidak juga menyebutkan nama Kota
ATSABE, apalagi Dusun ACU BUCI REMA (tempat Prof. Lucas dilahirkan)?

Ternyata tadi malam setelah kejadian aneh tersebut terjadi, barulah saya mulai memahami mimpi aneh yang saya alami pada 19 Desember 2015, sesaat setelah saya diberi uang Rp 900.000 oleh Aka.
Coba Anda konversikan semua huruf dalam frasa; BLACK BERRY, pasti nilai konversinya; BLACK BERRY = BINTANG DAUD = 97. Tapi sayangnya, frasa TSUNAMI juga nilai konversinya = 97.
Maka pengiriman BLACK BERRY berwarna hitam ke Timor Leste, adalah selain sebagai simbol yang melambangkan BINTANG DAUD (baca: Keturunan Daud), benar-benar pernah lahir di atas Tanah Timor (dengan warna kulit yang mungkin saja gelap), juga pengiriman BLACK BERRY ke Timor Leste, untuk memastikan bahwa TSUNAMI akan benar-benar terjadi guna membawa AIR LAUT mengunjungi Kota Dili setelah waktunya genap (???).

THE BLACK MESSIAH MEMBAWA PESAN KE TIMOR LESTE

Akhirnya pada 27 Januari 2016, saya pergi ke Airport Internasional Ngurah Rai Tuban untuk menitipkan dua benda penting yang melambangkan BINTANG & dan Nama YESUS (888) melalui seseorang yang bernama MESIAS.

Entah kebetulan atau tidak, orang bernama MESIAS, yang saya temui di Airport hari itu, megenakan pakaian serba HITAM (topi hitam, jacket hitam, baju hitam dan celana juga hitam). Sementara dua benda elektronik yang melambangkan BINTANG DAUD dan Nama YESUS (888) juga berwarna hitam.

Saat menanyakan namanya dan begitu terdengar nama MESIAS meluncur dari bibir beliau, saya sempat bertanya; "Apa itu nama asli atau karena fans berat Lionel Messi, yang juga dijuluki Sang Messiah (Mesayah), selain julukan "La Pulga" (si kutu)?

Beliau yang blasteran (orang tuanya campuran antara Dili & Maliana) itu mengaku bahwa nama MESIAS itu memang nama asli, yang diberikan orang tuanya semenjak lahir ke duni fana ini.

Menurutku, ini sedikit tidak lazim. Kok Sang MESIAS mengenakan pakaian serba HITAM? Belum lagi benda-benda yang saya titipkan kepadanya juga semuanya berwarna hitam. Kira-kira apa makna semuanya yang serba HITAM ini. Makna yang lain dipikirkan kemudian, tapi makna yang sudah familier oleh banyak peradaban di bumi ini, HITAM itu simbol DUKA.

Mungkinkah akan ada DUKA di Timor Leste di masa-masa yang akan datang? Kita serahkan semuanya kepada "Penyelenggaraan Ilahi". Que seraa..seraa..!!!

Lalu apa makna di balik munculnya BINTANG DAUD tadi malam di Acu Buci Rema? Hanya ada satu jawaban pasti untuk itu. Bahwa DARAH DAUD (Keturunan Daud) secara biologis benar-benar ada di NUSANTARA saat ini.

Sahabat FB'ers yang selalu mengikuti artikel-artikel saya di Piala Dunia 2014 pasti masih ingat thesis TANAH TERJANJI. Pada Piala Dunia 2014, terutama saat akan berlangsungnya partai final, yang mempertemukan GERMANY & ARGENTINA, saya jadikan nama lengkap Prof. LUCAS DA COSTA sebagai "model" (sampel), untuk memastikan siapaka yang akan keluar sebagai juara, guna mengokohkan thema (thesis) TANAH TERJANJI.

Mengapa thesisnya harus berbunyi; TANAH TERJANJI? Karena dia atas Timor Leste lahir MANUSIA TERJANJI yang merupakan JANJI TUHAN sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci. Di KItab yang mana? Anda boleh tanyakan langsung kepada para Teolog atau Ahli Kitab Suci. Jika mereka (para Teolog) tidak bisa menunjukkannya, maka kita tunggu saja, karena akan tiba saatnya segala sesuatunya menjadi jelas bagi kita semua.

Akhirnya GERMANY keluar sebagai Juara Piala Dunia edisi ke-20 di Brasil. Apa hubungan nama lengkap Prof. LUCAS DA COSTA dan GERMANY dengan "Manusia Perjanjian?"

Yang dimaksud dengan "Manusia Perjanjian" itu tak lain dna tak bukan adalah; ANAK KANDUNG DAUD (baca: Keturunan Daud secara biologis.

Coba Anda konversikan LUCAS DA COSTA, GERMANY & ANAK KANDUNG DAUD ke dalam Bilangan Pythagoras. Hasilnya pasti;

LUCAS DA COSTA = 563
GERMANY = 563
ANAK KANDUNG ADUD = 563

Lalu siapakah ANAK KANDUNG DAUD itu yang sebenarnya? Belum saatnya dibahas di sini pada saat ini. Tapi yang pasti ANAK KANDUNG DAUD pastilah mewarisi DARAH SALOMO, karena dalam Alkitab, hanya (raja) SALOMO lah yang secara tekstual, tertulis sebagai ANAK KANDUNG DAUD.

Dan siapa pun yang mewarisi DARAH SALOMO, hukukmnya wajib; "jika waktunya telah genap, dia harus disembelih guna menggenapi "Pesan Ilahi" yang telah tertulis dalam Kitab Suci"
Itulah makna sebenarnya dari penyembelihan "manumean" (ayam jantan merah) pada 11 Februari 2016, genpa 158 tahun penampakan pertama Bunda Suci Perawan Maria di lourdes Perancis (11 Februari 1858).

Manumean itu disumbangkan oleh Prof. Lucas da Costa, yang dibawa utusan dari Dili ke Atsabe, bersama sehelai kertas kosong yang angka "600" hasil tulisan tangan Prof. Lucas.
Dan penyembelihan manumena hanyalah sebuah simbolisasi dari kejadian sesungguhnya, yaitu; "Penyembelihan Anak Kandung Daud".

Kini ALLAH telah mennaggapi semuanya dengan cara-Nya yang "adi-kodrati", di mana telah muncul BINTANG DAUD tadi malam di Acu Buci Rema, sebagaimana disaksikan oleh 6 orang (3 wanita dan 3 pria).

Kini Porf. Lucas tidak bisa lagi mundur, melainkan harus terus menyelesaikan misi ini hingga "titik darah penghabisan". Untuk memastikan segala sesuatunya mengenai kemunculan BINTANG DAUD di ACu Buci Rema tadi malam, Prof. Lucas sebaiknya melakukan kontak dengan Avo Ramelau guna mendapatkan penjelasan lebih lengkap dan detail.

Saya harus menekankan bahwa; "Penyembelihan ANAK KANDUNG DAUD", hukumnya wajib. Dan hanya Prof. Lucas, satu-satunya manusia Timor Leste yang mengenal baik ANAK KANDUNG DAUD. Karena itulah dalam sejumlah artikel saya sebelumnya, saya pernah menuliskan bahwa; "Jika Prof. SUKU GALILEA tidak menyerahkan tokoh itu untuk disembelih, maka Timor Leste akan runtuh sebagai sebuah bangsa, karena tanpa penyembelihan ANAK KANDUNG DAUD, Timor Leste tidak memiliki AKAR.

Coba Anda konversikan 4 kata dalam Bahasa Tetun berikut ini, yakni; RAI TIMOR NIA ABUT, ke dalam Bilangan Latin. Pasti hasilnya = 171. Atas alasan inilah mengapa saya meminta kepada Avo Ramelau, harus melemparkan koin sebanyak 171 kali, pada 11 Februari 2016. Jadi frekuensi lemparan sebanyak 171 kali itu bukan lelucon kosong atau komedi basi

MENGAPA BINTANG DAUD HARUS MUNCUL DI ACU BUCI REMA?

Menurutku yang agak unik, kalau tidak dibilang aneh, kenapa kok BINTANG DAUD munculnya dari ACU BUCI REMA lalu bergerak perlahan naik sampai ke langit? Apakah karena Prof. Lucas sudah mulai "patuh" dan mau "bela-belain" memenuhi pesanku untuk menuliskan angka 600 dan juga menyumbangkan seekor "manumean" (ayam jantan merah) untuk disembelih pada 11 Februari 2016, dalam rangka, selain melakukan lemparan koin Ratu Elizabeth II sebanyak 171 kali, juga untuk mengenang genap 158 tahun penampakan pertama Bunda Suci Perawan Maria di Lourdes Perancis (Kamis, 11 Februari 1858).

Atau BINTANG DAUD harus muncul dari ACU BUCI REMA, karena frasa ACU BUCI REMA itu memiliki nilai numerik yang sama dengan farsa-frasa BINTANG DAUD, BLACK BERRY & TSUNAMI?

ACU BUCI REMA = 97
BINTANG DAUD = 97
BALCK BERRY = 97

Sekedar untuk diketahui saja, sebelum lemparan koin berlambang Ratu Elizabeth II dilakukan pada 11 Februari, pada malam harinya 10 Februari (2016), saya meminta kepada sepupuku Albertina (alias Air Laut/karena namanya Albertina = Air Laut = 82), untuk meletakkan dua benda elektronik yang saya kirim dari Bali, yang melambangkan BINTANG DAUD & Nama YESUS (888), di Ortorio (Altar rumah), tepat di Kaki Patung Bunda Suci Perawan Maria, yang katanya di rumah itu Patung Bunda Maria ada dua. Sepepuku pun, tanpa banyak protes, menuruti semua pesan saya.

Dan ternyata, hanya selang 3 hari setelah penyembelihan manumean dan lemparan koin Ratu Elizabeth II dilaksanakan, BINTANG DAUD benar-benar muncul dari ACU BUCI REMA, bergerak secara perlahan, naik, naik, naik, dan naik sampai mencapai langit. Adakah yang mampu naik ke langit untuk mengambil BINTANG DAUD yang telah diletakkan ALLAH di sana?

Saya mengakhiri catatan pendek ini dengan pesan klasik; "Penghuni Kota Dili harus terus melakoni 3B (Berdoa, Bertobat & Bertirakat)". Banyak tanda aneh terus muncul belakangan ini. Kita tidak tahu, apa yang bakal(an) terjadi pada saat -saat mendatang di Timor Leste (???).

Semoga catatan pendek ini bermanfaat. TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih memberkati kita semua (hitam & putih).


CATATAN KAKI:

Artikel ini dapat dibaca juga di laman FB Rama Cristo dengan judul yang berbeda.

Tidak ada komentar: