Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Jumat, 12 Februari 2016

ANTARA PITYRIASIS ALBA & BANGSAWAN MAJAPAHIT (bag: 6)



=======================================================================
Hasil lemparan koin yang sungguh mengejutkan. Dipastikan AIR LAUT Akan Benar-Benar Mengunjungi Kota Dili"
=======================================================================

Melalui seri ke-6 ini saya informasikan bahwa; lemparan koin berlambang Ratu Elizabeth II, oleh "Avo Valente", sebanyak 171 kali, pada tanggal 11 Februari 2016 (bertepatan dengan genap 158 tahun penampakan Bunda Suci Perawan Maria di Lourdes Perancis), telah dilaksanakan dengan sukses di Desa Laclo Sub Distrito Atsabe, Distrito Ermera, termasuk menyembelih seekor "ayam jantan merah".
Semua rencana sebagaimana tertulis dalam seri 4 artikel ini, terlaksanakan dengan baik. Untuk itu, dari Denpasar Bali Indonesia, saya berkewajiban menyampaikan terima-kasih dan rasa penghargaan yang tak terhingga kepada semua fihak yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya, sehingga rencana ini dapat terlaksana dengan baik.
Semoga Anda-Anda yang terlibat di dalamnya, senaniasa diberkati TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih dan senantiasa mendapat perlindungan maksimal dari Bunda Suci Perawan Maria Yang Dikandung Tanpa Noda.
HASIL LEMPARAN YANG MENGEJUTKAN SAYA
Banyak sekali informasi penitng yang dapat diperloleh dari hasil lemparan koin berlambang Ratu Elizabeth II sebanyak 171 kali ini. Dari semua informasi penting tersebut, info yang sangat penting yang harus saya sampaikan melalui catatan pendek ini, dipastikan bahwa AIR LAUT akan benar-benar mengunjungi Kota Dili.
Air Laut akan mengunjungi Kota Dili, setelah didahului dengan GEMPA & TSUNAMI. Saya merasa harus menyebutkan GEMPA & TSUNAMI karena bilangan-bilangan yang melambangkan GEMPA & TSUNAMI juga muncul dalam lemparan koin sebanyak 171 tersebut.
Walaupun secara lengkap dan detail baru akan saya sampaikan melalui artikel berikutnya, namun sebagai informasi pendahuluan, perlu saya informasikan bahwa lemparan sebanyak 171 kali tersebut menggunakan "dua koin" berlambang Ratu Elizabeth II.
Kedua koin tersebut, koin yang satu dengan tahun 1979, sementara yang satu lagi bertahun 1998. Kedua koin tersebut, sisi yang satu memperlihatkan wajah Ratu Elizabeth II dan sisi lainnya tertulis "angka 20".
Dan lemparan dilakukan sebanyak dua tahap.Tahap pertama dilakukan lemparan sebanyak 85 kali, menggunakan koin bertahun 1979. Dan tahap kedua dilakukan lemparan sebanyak 86 kali, dengan menggunakan koin bertahun 1998. Jadi jumlah frekuensi lemparan adalah 171 kali (85+86).
KEDUA KOIN MILIK AVO VALENTE
Saya tidak menyangka kalau Avo Valente memiliki koin berlambang Ratu Elizabeth II. Bahkan bukan hanya satu, tapi dua. Saya baru mengetahui kalau Avo Valente memiliki dua koin berlambang Ratu Elizabeth II, pada tanggal 10 Februari 2016, ketika saya menelfon Beliau dari Denpasar.
Saat berbicara dengan Avo Valente selama hampir 3 jam itulah, barulah saya tahu kalau "Eyangku" itu memiliki dua koin berlambang Ratu Elizabeth II. Padahal ketika Bunda Suci Perawan Maria menampakkan diri dalam mimpiku pada 15 Desember 2015 dan memintaku pergi membeli ADVAN untuk dikirim ke Timor Leste sebagai simbol, dan Bunda Maria juga meminta agar yang melakukan lemparan haruslah Avo Valente, saya malah belum tahu kalau Avo Valente memiliki dua koin berlambang Ratu Elizabeth II.
Karena dalam mimpi aneh 15 Desember 2015, Bunda Suci Perawan Maria tidak memberitahukan kalau Avo Valente memiliki koin yang salah satu sisinya ada wajah Ratu Elizabeth II. Saya hanya diberi pesan, agar yang harus melakukan lemparan koin sebanyak 171 kali adalah Avo Valente.
Karena itulah dalam artikel; MENGAPA PRESIDEN RAMOS HORTA HARUS TERTEMBAK PADA 11 FEBRUARI 2008 (bag: 1), saya menuliskan di sana, bahwa yang harus melakukan lemparan adalah Avo Valente. Itu hukumnya wajib. Saya harus taat pada "Perintah Bunda Suci Perawan Maria".
Sekedar info sekilas untuk diketahui, salah satu puteri kandung Avo Valente, (yang tidak lain adalah sepupuku sendiri), menjalani profesi sebagai seorang "Suster" (Madre), dan saat ini sedang berada di Jerman.
SAYA MULAI BINGUNG DENGAN TAHUN KEDATANAGN AIR LAUT
Meskipun saya dapat pastikan bahwa, berdasarkan hasil lemparan koin sebanyak 171 kali tersebut, AIR LAUT, niscaya akan benar-benar mengunjungi Kota Dili, tapi ada tampilan angka, yang membuat saya sedikit bingung mengenai "tahun kunjungan Air Laut" di Kota Dili.
Walaupun saya telah mengumumkan sebelumnya bahwa tahun kunjungan Air Laut di Kota Dili adalah 2017, namun kemunculan sejumlah angka dalam lemparan koin 11 Februari 2016, memaksa saya harus memikirkan dna mempertimbangkan tahun lain, selain tahun 2017.
Artinya "tahun favorit" kedatangan Air Laut di Kota dili, menurutku, tetaplah 2017, tapi sebaiknya masyarakat Kota Dili tetap waspada, antara 2016 sampai 2020. Siapa tahu Air Laut tiba-tiba datang di luar tahun 2017. Atau selain 2017, juga ada tambahan (extra) di luar tahun 2017.
Saya bukan TUHAN, bukan orang suci, bukan peramal & paranormal. Saya hanyalah manusia biasa. Bisa saja saya salah tentang dimensi waktu. Lagi pula saya tidak dibayar oleh negara atas pekerjaan ini. Saya hanya lah seorang "jobless" (pengangguran), yang bukan siapa-siapa di mata rakyat Timor Leste. Untuk itu, saran saya, sebaiknya masyarakat Kota Dili jangan lupa untuk tetap melakoni 3B (Berdoa, Bertobat & Bertirakat).
Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Hal lain yang berkaitan dengan lemparan koin berlambang Ratu Elizabeth II sebanyak 171 kali oleh Avo Valente dan sejumlah "saksi", di Dusun Raeudu, Desa Laclo Kecamatan Atsabe, akan saya sampaikan kemudian melalui sejumlah artikel, dan mungkin harus saya sampaikan dalam Bahasa Tetun, agar dengan demikian dapat dimengerti oleh mereka yang tidak memahami Bahasa Indonesia dengan baik, termasuk Avo Valente sendiri.
SIAPAKAH AVO VALENTE ITU?
Sejumlah orang menanyakan via inbox; "Siapakah Avo Valente itu?" Avo Valente adalah "Eyang" saya sendiri (kalau Prof. Lucas da Costa/Rektor UNPAZ, memanggilnya paman), karena Prof. Lucas adalah keponakan Avo Valnte, orang paling tua di "Uma Lulik Ailisu" yang masih hidup saat ini.
Sejumlah Gerilyawan pejuang Kemerdekaan Timor Leste, antara lain yang dapat saya sebutkan di sini, seperti Comandante Duarte Nunes (jika saya tidak salah asli Lospalos), Comadante Antonino Goncalves,SH (asli Atsae, salah satu dari 4 orang mahasiswa Timor-Timur yang dulu meminta Suaka di Kedutaan Belanda di Jakarta, dan itu merupakan suaka pertama mahasiswa Timor-Timur/sebelum turun gunung dan menjadi mahasiswa, Beliau dulu merupakan salah satu Komandan Gerilyawan), yang masih hidup saat ini, dan saya yakin, jika Beliau ikut membaca artikel ini, maka Beliau pasti kenal baik Avo Valente, karena dulu sama-sama berada di AIEDE/Atsabe, yang merupakan Mabes (Markas Besar) Gerilyawan wilayah Atsabe.
Saya terakhir kali bertemu Senhor Antonino Goncalves pada tahun 1995 di Jakarta saat saya menghadiri kegiatan "Diskusi Panel" yang diselenggarakan IMPETTU Jakarta (Ketua IMPETTU Jakarta saat itu Sdr. SIdonio dari Maliana). Kebetulan saat itu, saya menjalani fungsi sebagai Ketua IMPETTU Bali.
Sekedar info saja, salah satu Anggota Parlamen Nasional Timor Leste saat ini, dari Partai CNRT yang juga ikut menghadiri acara Diskusi Panel di Jakarta 1995, adalah Senhor Hugo da Costa. Beliau saat itu mewakili mahasiswa Timor-Timur (Untim).
Saya masih mengingat dengan baik, ketika Beliau mengantuk-ngantuk, saat suatu malam, kami diundang untuk makan malam bersama di rumah Bapak Salvador (Wakil Rakyat asal Tim-Tim) di Perumahan DPR Kalibata Jakarta.
Jika saya menggunakan nama baptis "Avo Valente", pasti kurang dikenal oleh para gerilyawan yang dulu hidup bersama Avo Valente di hutan-hutan belantara. Tapi jika saya menggunakan nama lahir (naran jentiu); AVO BESIMAU, dijamin, Comandante Duarte Nunes maupun Comandante Antonino Goncalves,SH, dan juga Comandante-Comandante gerilyawan lainnya yang saat ini masih hidup, yang dulu mampir di Aiede Atsabe, pasti mengenal baik "Avo Besimau".
Sekedar iseng saja (bukan sesuatu yang serius). Jika nama BESIMAU dikonversikan ke dalam Bilangan Latin, maka nilai numerik yang muncul adalah;
BESIMAU = 70
VATICAN = 70
TASI BEN = 70
RAEUDU = 70
VINTE = 70
DAVID OAN = 70
Dalam lemparan koin 171 kali yang dilakukan Avo Besimau", sisi koin yang tertulis angka VINTE (20) yang nilai numeriknya sama dengan BESIMAU, muncul lebih banyak. Apakah ini sekedar satu kebetulan belaka?
Malam itu, saat berbicara dengan "Avo Besimau", begitu saya tahu; koin yang dimiliki Avo Besimau, sisi yang satu melambangkan "angka 20" (VINTE), yang nilai numeriknya = DAVID OAN = VATICAN = TASI BEN = RAEUDU = 70, maka saya langsung meminta kepada salah satu puteri kandungnya" yang bernama AIR LAUT (baca: ALBERTINA), agar menuliskan kata-kata; DAVID OAN pada sehelai kertas, sebagai simbol yang sangat penting, dan meletakkan kertas yang tertulis frasa DAVID OAN beserta angka triple "888" di kaki "Patung Bunda Suci Perawan Maria".
Puterinya, Albertina sempat bertanya; "Kenapa harus menulis kata-kata DAVID OAN?" Saya jawab sekenanya saja, bahwa; jika Tiu Lucas tidak jadi mengirim orang dari Dili dengan mengantarkan kertas berisi angka "600", maka saat dilakukan lemparan, sisi yang akan muncul lebih banyak adalah sisi koin yang melambangkan Ratu Kerajaan Inggris.
Tapi jika berita yang saya terima dari Aka (yang saat ini sedang berada di Surabaya), adalah benar bahwa Aka telah meminta utusan untuk membawa angka "600" (yang ditulis tangan oleh Prof. Lucas pada sehelai kertas) beserta seekor ayam jantan dari Dili untuk disembelih, maka percaya atau tidak, sisi koin yang melambangkan DAVID OAN (alias VINTE), akan muncul lebih banyak.


Ternyata apa yang terjadi? Rupanya setelah "semalaman penuh" kertas yang bertuliskan DAVID OAN (Anak Daud) beserta angka triple "888" itu diletakkan di dekat Kaki Bunda Suci Perawan Maria, dan pada keesokan hairnya dilakukan lemparan; "DAVID OAN" muncul lebih banyak.
Pertanyaannya kini adalah; "Apa hubungan antara DAVID OAN (Anak Daud) dengan Prof. Lucas Da Costa dan Avo Besimau?" Jawaban terhadap pertanyaan ini, membutuhkan sebuah buku untuk menuliskannya.
Mungkin saya akan harus mengajukan proposal kepada Prof. Lucas untuk mendukung saya (terutama secara finansial) guna menuliskan sebuah buku "Autobiografi" ("riwayat hidup") Prof. Lucas. Semoga Prof. Lucas mau mendukungnya. Kalau tidak mendukung, bagaimana saya harus menjelaskan alasan; Mengapa saya meminta Prof. Lucas harus menuliskan angka "600" di sehelai kertas putih polos? Semuanya itu ada maknanya.
Prof. Lucas telah menuliskan angka 600 dan telah mengirim ke Atsabe. Haruskah berakhir di situ saja? Jika jadi didukung, maka buku itu akan diluncurkan di Kampus UNPAZ pada 16 Juli 2016. Nanti dalam buku itu, ada DAFTRA NOMINASI Capres (Calon Presiden) Timor Leste, yang berisi 6 nama tokoh nasionalis. Dari 6 nama tersebut, salah satu nama, dijamin akan terpilih sebagai Presiden Timor Leste ke-6 dalam Pilpres 2017.
"Aka (Miguel Lucas L Costa) lee artikel ne karik, favor ida keta haluha dehan hela ba Pai, pertimbangkan tok proposta kona ba hakerek livro ne'e. Dengan demikian, proyek lama yang tertunda, dilanjutkan kembali.
Mengapa buku itu harus diluncurkan pada 16 Juli (2016?). Jawabannya ada dua alasan.
Pertama;
Karena penampakan Bunda Suci Perawan Maria Lourdes Perancis, dimulai pada Kamis, 11 Februari 1858 dan diakhiri pada 16 Juli 1858.
Kedua;
Ada hubungan erat dengan "Thesis Tanah Terjanji" (3T) yang saya usung pada sebagai thema sentral di Piala Dunia edisi ke-20, 2014 di Brasil, yang selama ini belum pernah saya singgung sama sekali.
Terima-kasih banyak, Anda sudah mau membaca catatan pendek ini hingga selesai. Semoga TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

CATATAN KAKI;
Artikel ini, dapat juga dibaca di laman FB Rama Cristo 


Tidak ada komentar: