Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Sabtu, 06 Februari 2016

ANTARA PITYRIASIS ALBA & BANGSAWAN MAJAPAHIT (bag: 4)



Pengantar Singkat;

Artikel ini sudah diterbitkan di laman FB Rama Cristo; tapi dengan judul; "MENGAPA PRESIDEN RAMOS HORTA HARUS TERTEMBAK PADA 11 FEBRUARI
2008? (bag: 1). Maka bagi mereka yang sudah membacanya bisa di-skip saja.

Sebenarnya seri ke-4 artikel ini (ANTARA PITYRIASIS ALBA & BANGSAWAN MAJAPAHIT) yang sudah saya siapkan, isinya bukan seperti yang akan Anda baca di bawah ini. Tapi gara-gara kejadian aneh melihat bangkai kucing pada 4 Februari 2016, maka bagian ke-4 ini jadi berubah sebagaimana dapat Anda baca di bawah.



Sejatinya saya lagi tidak ada mood untuk menulis. Tapi karena isu ini penting, jadi saya harus menuliskan pesan ini. Pesan ini saya tujukan khusus kepada Prof. Lucas da Costa dan "AVo Valente".

Tadi malam sekitar jam 9, saat pulang dari makan malam, saya melihat "bangkai kucing" yang tergeletak di atas trotoar. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya melihat bangkai kucing.
Sebelumnya, saya sama sekali tidak pernah melihat bangkai kucing.

Kalau melihat bangkai tikus pernah. Dan biasanya, berdasarkan pengalaman saya, setiap kali saya melihat bangkai tikus, itu pertanda akan ada orang penting yang akan meninggal (di Timor Leste) seperti yang sudah saya kisahkan beberapa kali melalui sejumlah artikel.

Tapi untuk "bangkai kucing", baru tadi malam. Maka saya belum tahu persis apa yang akan terjadi kalau saya melihat "bangkai kucing?"

Bangkai kucing yang semalam saya lihat, warnanya belang kecoklatan. Ukuran kucing itu tidak terlalu besar. Setelah mengamati sebentar bangkai kucing tersebut, saya lalu pulang ke kos, tapi saya terus memikirkan bangkai kucing tersebut. Ada apa ya? Kok sempat-sempatnya ketemu bangkai kucing?"

Saat tidur sekitar pukul 4 dini hari, saya bermimpi aneh. Mimpi itu panjang sekali, dan isi mimpi tersebut "agak menakutkan". Poin dari mimpi menakutkan tersebut adalah; "Timor Leste akan menghadapi masalah serius" di masa-masa yang akan datang. Hanya dengan campur tangan TUHAN, Timor Leste bisa melewati masalah serius tersebut. Maka jangan lupa melakukan 3B (Berdoa, Bertobat & Bertirakat).

Karena mimpi itu lumayan menakutkan, saya kaget dan terbangun. Ternyata sudah pukul satu siang. Berarti saya tidur lumayan lama. Ini sama sekali tidak menggganggu aktivitas saya karena saya seorang "jobless" (pengangguran).

Pekerjaan utamaku saban hari adalah menjalani "Puasa VVV", termasuk di dalamnya; menjadi "orang bisu" (DIAM). Tidak boleh bicara (menyaringkan suara) dengan siapa pun kecuali kepepet.
Begitu bangun, saat saya buka pintu, saya kaget sekali. Demi Nama Suci TUHAN YESUS, saya benar-benar kaget, karena seekor kucing berwarna abu-abu sedang jongkok persis di depan pintu kamar kosku, dengan wajah menghadap ke dalam kamar.

Jadi begitu pintu terbuka, kucing itu menatap ke atas, menatap dalam-dalam ke mata saya, seakan-akan hendak berkata; "Selamat siang sobat. Kok siang sekali baru bangun. Padahal saya sudah lama menunggu sobat di sini?"

Dalam keadaan masih setengah mati kaget (mengingat baru semalam melihat bangkai kucing), dan menatapi mata kucing tersebut, tiba-tiba kucing itu batuk-batuk, seakan-akan "keselek" habis makan tulang ikan, dna berusaha untuk memunthakan. Kemudian kucing abu-abu itu pun pergi meninggalkan saya.

Saya belum memiliki pengalaman melihat bangkai kucing. Jadi saya tidak bisa menfasirkan apa makna dari kejadian saya melihat bangkai kucing semalam.

Kalau kucing menangis di dekat jendela dan kemudian ada yang meninggal; pernah, yaitu saat Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Almarhum Companheiro Fernando La Sama de Araujo akan meninggal, pada tanggal 1 Juni 2015, dini hari, kucing menangis persis di dekat jendela kamarku.
Ternyata kucing menangis tersebut adalah pertanda kurang baik.

Karena pada siang harinya, Companheiro Fernando La Sama de Araujo, terkena serangan stroke haemorrhagic di Suai dan kemudian meninggal pada tanggal 2 Juni 2015 di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares Dili.

PESAN SPESIAL UNTUK PROF. RAMA METAN & AVO VALENTE

Untuk kejadian semalam di mana saya pertama kalinya melihat "bangkai kucing", dan mengacu kepada mimpiku yang menakutkan, thema sentral yang ingin saya angkat pada kesempatan ini adalah;

"Mengapa Presiden Ramos Horta tertembak pada 11 Februari 2008?" (bertepatan dengan genap 150 tahun penampakan Bunda Suci Perawan Maria di Lourdes Perancis pada Kamis, 11 Februari 1858)
Maka melalui artikel ini, saya sampaikan pesan khusus kepada Prof. Rama Metan dan "Avo Valente", sebagai-berikut;

Prof. Rama Metan (jangan orang lain), menuliskan "angka 600" (enam ratus) di sehelai kertas putih polos. Setelah itu, jangan lagi menuliskan apa pun. Jangan tambahkan apapun kepada angka 600 tersebut. Kertasnya harus berwarna putih polos. Lalu kirimkan kertas putih polos yang berisi "angka 600" tersebut ke Atsabe bersama koin berlambang "Ratu Elizabeth II".

Lalu pada 11 Februari 2016, bertepatan dengan genap "158" tahun penampakan Bunda Suci Perawan Maria di Lourdes Perancis, Avo Valente melemparkan koin berlambang Ratu Elizabeth II, sebanyak 171 kali. Tempat pelemparan koin harus di "UMA LULIK AILISU". Jangan di tempat lain.

Pada sisi koin Ratu Elizabeth II yang akan digunakan untuk melakukan lemparan, sisi yang satu tuliskan kata ADVAN. Sisi yang lain dibiarkan saja. Orang yang harus melakukan lemparan koin tersebut adalah "Avo VAELNTE". Tidak boleh orang lain. Pokoknya harus "Avo VALENTE".

Jika memungkinkan, sebelum melakukan lemparan, sembelih dulu seekor ayam jantan. Saya tidak tahu, apakah menyinggung ayam ini, ada hubungannya dengan julukan Perancis (ayam jantan)?
Kalau bisa, ayam jantan itu berwarna merah. Tapi untuk penyembelihan ayam ini, sifatnya opsional (pilihan). Boleh dilakukan, juga boleh tidak.

Tapi yang wajib dipenuhi adalah; koin yang harus digunakan adalah;

(1). Koin yang digunakan harus berlambang Ratu Elizabeth II.
(2). Lemparan harus sebanyak 171 kali.
(3). Tempatnya harus di Uma Lulik Ailisu.
(4). Tanggalnya harus pada 11 Februari 2016.
(5). Yang melakukan lemparan harus Avo Valente.
(6). Kata yang tertulis pada salah satu sisi koin adalah ADVAN.
(7). Letakkan sebuah tablet ADVAN HITAM di dekat area lemparan.
(8). Sebelum melakukan lemparan, berdoa dulu Salam Maria 10X.

Sementara ini saja dulu. Saya sebenarnya ingin menjelaskan secara lebih detail mengenai latar belakang dan tujuan pesan ini, tapi saat saya sedang menulis pesan ini, ada suara kucing sedang berteriak-teriak di depan kamar kosku, lalu pindah ke belakang rumah untuk meneruskan teriakannya.

Suara kucingnya bukan seperti "menangis", tapi seperti suara kucing yang sedang "kelaparan". "Apakah karena kucing tersebut sedang lapar?"

Bulu kuduk saya sampai merinding. Ini serius, demi Nama Suci TUHAN YESUS. Saya tidak sedang bercanda mengenai "suara kucing" di luar sana, saat saya sedang menulis pesan ini. Akibatnya saya kurang fokus untuk meneruskan menulis pesan ini, dan saya hentikan dulu. Saya tidak tahu kenapa saat sedang menulis pesan ini, kucing terus berteriak-teriak?

Saya mengakhiri catatan ini dengan menyampaikan pesan tambahan, jika memungkinkan, sebaiknya Civitas Academica UNPAZ menyelenggarakan "Perayaan Ekaristi" (Missa) pada 11 Februari 2016 di Kampus UNPAZ Dili, sebagai bentuk partisipasi, mengenang dan merayakan "genap 158 tahun penampakan Bunda Suci Perawan Maria di Lourdes Perancis".

Selamat berakhir pekan. Selamat merayakan Sabat Suci bagi mereka yang merayakannya. Karena ALLAH tidak pernah menghapus Hukum SABAT. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

BERSAMBUNG;



Catatan Kaki;

Tolong perhatikan baik-baik sejumlah aksara yang ada pada dua lembar foto terlampir. Aksara tersebut berhubungan erat dengan AIR LAUT yang akan mengunjungi Kota Dili.

Pesanku untuk Prof. Lucas, sebaiknya jangan mengabaikan pesan dalam artikel ini, karena pesan ini masih berhubungan erat dengan pesan saya kepada Prof. Lucas, pada 29 Juni 2006 ketika Prof. Lucas yang saat itu sedang mengungsi di Gleno Ermera, melakukan kontak dengan saya dan menanyakan; Apakah harus kembali ke Dili atau pulang saja ke Atsabe?

Dan saat itu saya menyarankan Prof. Lucas boleh kembali ke tapi harus mencari dulu simbol Bunda Maria Lourdes sebelum kembali ke Dili, karena tragedi berdarah 2006 akan mencapi puncaknya pada hari penampakan Bunda Maria di Lourdes Perancis. Padahal saat itu saya asal-asalan ngomong karena "ditodong" Prof. Lucas.

Tapi ternyata selang dua tahun kemudian, tragedi berdarah kembali terjadi tepat pada 11 Februari 2008, ketika Presiden Ramos Horta terluka berat dan kemudian diterbangkan ke Royal Darwin Hospytal Australi, sementara Mayor Alfredo beserta pengawalnya gugur dalam insiden tersebut.

Bahan renungan; "Mengapa kata KUCING jika dikonversikan ke dalam Bilangan Pythagoras, nilainya sama dengan kata TIMOR, sama-sama menghasilkan bilangan: 269?"

Kucing = 269
Timor = 269.

Kejadian aneh melihat bangkai kucing semalam, 4 Februari 2016, dan diteruskan dengan mimpi yang menakutkan ditambah lagi dengan kehadiran kucing yang jongkok di depan pintu kamar kos, ditambah lagi dengan kejadian aneh pada 3 Januari 2016, sebagaimana sudah saya kisahkan sebelumnya melalui salah satu artikel, membawa saya tiba pada satu kesimpulan: "Sepertinya tahun ini Timor Leste akan kehilangan tokoh penting".

Terima-kasih sudah mau membaca artikel ini

Tidak ada komentar: