Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Selasa, 16 Februari 2016

ANAK DAUD TIDAK AKAN PERNAH MUNCUL DARI BANGSA ROMAWI

 

"Pak Xanana Gusmao Bukan Anak Daud Yang Mewarisi Darah Daud"

Seorang sahabat baru saja mengirimkan pesan via inbox sebagai berikut;

"Maun Rama. Paranormal ida iha Jawa Timur dehan katuas Xanana Gusmao ne mak David oan. Ne los ka lae maun?"


Terjemahan;

"Kak Rama. Ada seorang paranormal di Jawa Timur mengatakan; Pak Xanana Gusmao itulah Anak Daud".

Tanggapan saya;

Dengan tetap menghormati Pak Xanana Gusmao, sebagai seorang lider resistencia (simbol perlawanan Timor Leste) dan bahkan sebagian besar orang Timor Leste menghormati Beliau sebagai; "Bapa Pendiri Bangsa"), saya harus mengatakan bahwa; "Pak Xanana Gusmao bukan Anak Daud".
Ada sejumlah alasan mengapa saya mengatakan demikian. Salah tiga dari sejumlah alasan tersebut adalah;

Alasan Pertama;

Ketika TUHAN YESUS menampakkan Diri-Nya kepadaku pada Hari Minggu, 7 Juli 1996, di sebuah dusun di Desa Laclo, Kecamatan Atsabe, Timor Leste, saat itulah untuk pertama kalinya TUHAN memperkenalkan "Anak Daud" yang secara biologis mewarisi Darah Daud, mewarsisi Darah Salomo dan seterusnya. Dan orang yang diperkenalkan TUHAN YESUS saat itu bukan Pak Xanana. Karena wajahnya memang beda dengan Pak Xanana.

Kalau rekan-rekan tidak percaya, silahkan masuklah ke dalam kamar, kunci pintu, tutuplah semua jendela rapat-rapat, lalu bersujud berdoa di hadapan TUHAN YESUS, dan tanyakan; "Apakah benar, bahwa pada Hari Minggu, 7 Juli 1996, TUHAN menampakkan Diri-Nya kepada orang bernama Rama Cristo di Desa Laclo Kecamatan Atsabe dan kemudian memperkenlakan "Anak Daud" yang mewarisi darah Daud, darah Salomo dan seterusnya?

Mungkin ada yang bertanya; "Tapi bagaimana kalau kami sudha bertanya, namun TUHAN YESUS tidak menampakkan Diri-Nya untuk menjawab pertanyaan kami?"

Jika itu yang terjadi, maka tunggu saja. Jika waktunya telah genap, dan Anda menanggalkan yang fana untuk mengenakan yang baka, apakah Anda masuk Surga atau masuk neraka?

Jika Anda masuk Surga dan tidak melihat saya di Surga, berarti pengakuan saya bahwa TUHAN YESUS menampakkan Diri-Nya kepadaku pada 7 Juli 1996 untuk memperkenalkan Anak Daud secara biologis, adalah sebuah kebohongan besar.

Jika saya berbohong, maka saya telah menjadi "manusia laknat". Dan tempat yang layak bagi manusia laknat, adalah "neraka jahanam".

Tapi jika Anda tidak masuk Surga, melainkan Anda kesasar masuk ke tempat lain, dan selama Anda berada di sana, Anda tidak pernah melihat saya, berarti saya tidak ikut masuk ke tempat di mana Anda masuk, karena tempat itu bukan disediakan ALLAH untuk "orang jujur" yang polos dan lugu.

Alasan Kedua;

Tanggal 30 Juli 2012, saya menerbitkan satu artikel di laman ini. Artikel tersebut masih ada di sana. Silahkan dibaca kalau berminat. Dalam artikel tersebut, saya mengatakan;

"Jika di telapak Pak Xanana ada simbol Sabat, yaitu; angka 7, maka Pak Xanana akan menjabat sebagai Perdana Menteri Timor Leste sampai tahun 2017.

Tapi jika di telapak tangan Pak Xanana tidak terdapat simbol Sabat (7), maka Pak Xanana tidak akan menjabat sebagai Perdana Menteri sampai tahun 2017.

Padahal, saat artikel tersebut diterbitkan pada 30 Juli 2012, V Governo (Kabinet V) Pimpinan Pak Xanana, belum dilantik secara resmi. Karena pelantikan V Governo, baru dilakuakan pada 8 Agustus 2012

Dan faktanya, Pak Xanana telah lengser pada Februari 2015. Ini berarti di telapak tangan Pak Xanana tidak ada simbol Sabat (angka 7).

Kalau tidak percaya, coba pergi menemui Pak Xanana dan meminta ijin melihat telapak tangannya. Apakah di sana ada bilangan 7? Dijamin, di sana pasti tidak ada angka 7 yang merupakan simbol Sabat.

Sekedar info untuk diketahui. Dan TUHAN YESUS menjadi Saksi atas pengakuan ini. Jika saya bohong, biarlah saya jadi "manusia laknat". Bahwa pada Minggu, dini hari, 7 Juli 1996, ketika TUHAN YESUS menampakkan Diri-Nya kepadaku, TUHAN YESUS memegang tangan kanan Anak Daud.

Dan pada saat itu saya melihat telapak tangan kanan Anak Daud, berubah menjadi terang benderang, memancarkan sinar putih kemilauan. Hanya sebatas telapak tangan kanan saja yang berubah terang-benderang memancarkan sinar putih kemilau. Bagian tangan dan tubuh yang lain tidak memancarkan sinar putih kemilau. Saat itu saya melihat sejumlah simbol di telapak tangan kanan Anak Daud. Salah satu simbolnya adalah "angka 7".

Dari dimensi waktu, sepertinya TUHAN memilih untuk menampakkan Diri-Nya pada formasi bilangan waktu; "777", bukanlah tanpa alasan. Formasi bilangan waktu 777 ini direduksi dari tanggal 7, bulan 7 dan tahun 7 (1996 = 1+9+9+6 = 25 = 2+5 = 7).

Alasan Ketiga;

Anak Daud tidak memberikan suaranya dalam Referendum 1999. Sementara Pak Xanana Gusmao, mengambil bagian dalam Referendum 1999.

Kenapa Anka Daud tidak memberikan suaranya pada Referendum 1999? Tetapi hanya mau menyerahkan nyawanya? Jawabannya dua alasan;

Alasan Pertama;

Baik yang Pro Kemerdekaan maupun yang Pro Integrasi-Otonomi, mulutnya sama-sama mengepulkan asap dan tangannya sama-sama berlumuran darah.

Coba baca kembali hasil laporan CAVR yang sangat tebal, yang disampaikan pada 15 Juli 2009 di salah satu hotel mewah di Bali.

Apakah di sana, CAVR merekomendasikan bahwa salah satu dari dua fihak yang bertikai di masa lalu (baik Pro Kemerdekaan maupun Pro Integrasi-Otonomi); sebagai "Malaikat yang suci?"

Alasan Kedua;

Darah Daud maupun darah Salomo yang mengalir dalam diri Anak Daud, dipersembahkan bukan hanya untuk menegakkan kembali "Hukum Sabat", tetapi juga untuk kepentingan semua orang yang bertikai di Timor Leste, baik yang Pro Kemerdekaan maupun yang Pro Otonomi.

Anak Daud datang "menyerahkan nyawanya", mewakili "Kehendak ALLAH". Dan yang namanya ALLAH itu tidak pernah menjadi "partisan", dalam konflik antar peradaban, apalagi konflik antar orang Timor Leste.

Jika suaru saat, orang Timor Leste mau bertobat dan berubah kembali ke jalan yang benar, agar ALLAH membatalkan murka-Nya, maka ALLAH mengijinkan Anak Daud disembelih orang Timor Leste.

Tapi jika ALLAH tidak menyerahkan Anak Daud untuk disembelih, karena manusia Timor Leste tetap tegar tengkuk dan congkak hati, tidak bertobat, maka hiduplah sebagai "bangsa kutukan", hingga Akhir Jaman, ketika KRISTUS kembali sebagai Hakim Agung untuk mengadili segala mahkluk.



ANAK DAUD TIADAK AKAN PERNAH MUNCUL DARI BANGSA ROMAWI

Tiba di titik ini, saya ingin sekali mengingatkan satu hal untuk mengakhiri artikel pendek ini, yaitu;
"Jangan mengira Anak Daud itu akan datang dari Roma. Karena Anak Daud bukan berdarah Romawi, melainkan berdarah Yahudi. Antara Darah Romawai dan Darah Yahudi itu, adalah dua hal yang sangat berbeda".

Orang Romawi boleh saja menghapus Hukum Sabat, karena dalam Injil, ada salah satu ayat yang merupakan pernyataan Santo Paulus yang tidak mengharuskan orang Kristen Romawi merayakan Sabat.

Tapi Orang berdarah Yahudi, wajib hukumnya, harus menguduskan Hari Sabat, karena ini merupakan "Perjanjian antara ALLAH dengan orang Yahudi". Darah Daud dan Darah Salomo yang mengalir dalam diri Anak Daud yang diperkenalkan TUHAN YESUS kepadaku, pada 7 Juli 1996, adalah merupakan DARAH YAHUDI.

Maka jika orang Timor Leste ingin agar TANAH Timor Leste menyandang status TANAH TERJANJI, sehingga tanah itu bertahan eksis hingga KRISTUS kembali sebagai Hakim Agung pada Akhir jaman, maka wajib hukumnya, orang Timor Leste harus "menyembelih Anak Daud", yang berdarah Yahudi untuk membaptis 'TANAH TIMOR'. Bukan menyembelih "Orang Romawi", yang menolak menguduskan Hari Sabat.

Lagian, mana ada “Bule Romawi”, yang mau menyerahkan nyawanya untuk kepenitngan orang yang hidup di atas TANAH TIMOR (tanpa Leste). Hori bain hira mak “malae mutin”, foti liman, hormat (ho sinceridade tomak, husi fuan no laran fo bom dia, boa tarde, boa noite) ba ema kulit metan?
Kulit metan bele hakruuk to rai lambe tiha malae kulit mutin nia ain mos, kulit mutin la hormat nafatin kulit metan. Kulit mutin mak hormat sala kulit metan, manu nehan moris kedan. Kuda mos dikur mosu.

Semoga catatan pendek ini bermanfaat. TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: