Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Jumat, 29 Januari 2016

ANTARA PITYRIASIS ALBA & BANGSAWAN MAJAPAHIT (bag: 2)



Pengantar Singkat;

Artikel ini sudah pernah diterbitkan di Badan Pineal pada 12 Januari 2016. Maka bagi mereka yang sudah pernah membacnya, bisa di-skip saja.
===================================================================



Artikel seri kedua ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama, mengulas mengenai SMS yang hari ini dikirim oleh seorang sahabat dari Dili.

Bagian kedua artikel ini adalah "Lampiran" yang berisi catatan singkat untuk mengenang genap 155 tahun kunjungan Sir Wallace (Ilmuwan kenamaan Inggris), yang pernah menapakkan kakinya di Kota Dili pada tanggal 12 Januari 1861.

Kebetulan hari ini, 12 Januari 2016, berarti sudah genap 155 tahun ilmuwan tersebut mengunjungi Kota Dili.

SMS DARI DILI YANG PENUH MAKNA

Tadi sore saya menerima SMS dari seorang sahabat di Dili. Saya merasa berkewajiban membagi info penting mengenai isi SMS tersebut, khusus kepada masyarakat di Timor Leste.

Karena begitu menerima SMS tersebut, saya jadi teringat kembali apa yang saya lihat di Bukit Sion, pada Februari 1994, ketika ALLAH mengacungkan Lengan Kanan-Nya dan berbicara dengan Suara-Nya yang menggelegar bagaikan petir, kadang terdengar seperti desau air bah, sambil memperlihatkan dari atas langit, kejadian yang mengerikan, di mana pulau-pulau besar bertabrakan, muncul gelombang raksasa yang melenyapkan gunung dan pulau beserta segala isinya.

Saking mengerikannya peristiwa itu, saya tidak berani melihat ke atas untuk menyaksikannya secara lengkap, apa yang ALLAH perlihatkan.

Saat itu saya rebah ke tempat berpijak, dan telengkupkan wajahku. Ketika saya jatuh rebah itulah, saya mendengar Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II yang saat itu ikut hadir di sana, yang berdiri dalam "Barisan para Paus", bertanya kepada ALLAH; “Ya ALLAH Yang Maha Kuasa..! Kapan bencana besar itu terjadi?”

Karena penasaran dengan jawaban ALLAH, maka saya pun mengangkat kepalaku dan menengadahkan wajahku ke atas.

Dan dari dalam Takhta-Nya, ALLAH menjawab pertanyaan tokoh Polandia itu dengan “memperlihatkan Telapak Tangan-Nya”.

SMS yang tadi sore saya terima, menggunakan Bahasa Tetun. Tampaknya SMS tersebut sudah lama berdear melalui pesan berantai. Saya tidak tahu persis, sejah mana kesahihan isi SMS tersebut.
Tapi yang sangat menarik perhatian saya, bukan sekedar isi SMS tersebut. Tapi sejumlah bilangan yang merupakan “catatan waktu” yang tertera di HP saya ketika SMS tersebut masuk.

Dari catatan waktu tersebut, saya melakukan konversi. Hasilnya justeru mengagetkan. Karena nilai konversi malah memunculkan 3 digit bilangan, yang melambangkan sesuatu yang sangat penting, yang membangkitkan MURKA TUHAN, sebagaimana TUHAN perlihatkan kepadaku pada 3 September 2014 (seperti telah saya kisahkan dalam salah satu artikel saya), berjudul; PENAMPAKAN KRISTUS PADA 3 SEPTEMBER 2014.

ALLAH AKAN KEMBALI MELENYIAPKAN MANUSIA BUMI

Berdasarkan waktu yang tertera di HP-ku, SMS tersebut masuk tepat pada pukul; 17:06:31. Isi SMS tersebut pasti sudah banyak beredar di kalangan Timor Leste. Poin petning dari SMS tersebut adalah mengenai “pesan yang disampaikan melalui mimpi oleh mendiang Uskup Dili, Dom Alberto Ricardo da Silva, kepada Uskup Baucau, Dom Bascilio do Nascimento”.

Inti pesannya adalah; “ALLAH akan kembali melenyiapkan manusia bumi untuk yang kedua kalinya karena dosa manusia sudah terlalu berat”.

Di sini saya menggunakan kata-kata “kedua kali”. Berarti ada yang pertama. Yang pertama yang umumnya difahami banyak orang adalah “air bah” yang terjadi pada jaman Nabi Nuh.

Pada tahun 2015, saat saya menyinggung isu AIR LAUT yang akan mengunjungi Kota Dili, para haters (penghujat) akan menghujat saya dengan berkata;

“Dasar nabi palsu yang gila (padahal saya sudah berulang kali bilang; saya ini bukan nabi). Kamu tidak tahu ya kalau ALLAH sudah berjanji tidak akan kembali menghukum manusia dengan air bah”.
“Apakah tsunami yang melanda Aceh, pada Minggu 26 Desember 2004, yang dalam waktu sekejap menyebabkan lebih dari 200.000 nyawa melayang itu adalah "air bah" karena ALLAH menurunkan "hujan" selama 40 hari, 40 malam sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian?”

Dalam tulisan-tulisan saya, pemilihan dixi (pemilihan kata) yang saya gunakan, bukanair bah, tapi air laut. Antara air bah dan air laut itu adalah dua hal yang berbeda.

Jika MURKA TUHAN yang diperlihatkan kepadaku, pada 3 September 2014, tidak berubah, dan saat Dili harus tenggelam nanti di tahun 2017, maka penyebabnya bukan karena “air bah” yang meluap akibat “hujan” yang tiada henti selama 40 hari 40 malam, sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian, melainkan jika Dili harus tenggelam, maka Dili tenggelam karena air laut akibat tsunami yang ditimbulkan oleh gempa dahsyat.

Dan mengenai gempa dahsyat tersebut, sudah ALLAH sampaikan lebih dulu melalui thesis TANAH TERJANJI yang saya usung sebagai thema sentral di Piala Dunia 2014 di Brasil.

MENGAPA HARUS PENALTI? DAN MENGAPA HARUS 42?

Bukankah thesis TANAH TERJANJI yang saya usung sebagai thema sentral di Piala Dunia 2014, disahkan ALLAH melalui adu penalti. Mengapa harus “penalti?”

Jawabannya simple sekali. Ketika RENETIL menolak proposal saya untuk melempar koin berlambang Ratu Elizabeth II sebanyak 444X guna memastikan apakah TIMOR LESTE itu adalah TANAH TERJANJI atau bukan, maka TUHAN menampakkan Diri-Nya dalam mimpiku dan memintaku membawa bilangan 444X itu menuju Piala Dunia di Brasil.

Dalam penampakan-Nya TUHAN memintaku mengumumkan thesis TANAH TERJANJI itu pada 23 Mei 2014 (20 hari sebelum Pembukaan Piala Dunia edisi ke-20 tersebut berlangsung).

Karena itulah saya mengumumkan thesis TANAH TERJANJI pada bilangan 235 seperti yang sudah dibaca banyak orang saat itu. Bilangan 235 ini direduksi dari tanggal 23 dan bulan 5.

Coba Anda konversikan kata “penalti” ke dalam “Bilangan Pythagoras”. Bukankah hasilnya adalah “235?”

"Apakah saya yang mengaturnya demikian? Apakah saya tahu bahwa dengan menerbitkan artikel thesis TANAH TERJANJI pada bilangan 235, akan terjadi “penalti?”.

Sama sekali tidak. Saya sama sekali tidak tahu apa-apa karena saya bukan peramal atau paranormal. Ini semua adalah “Pekerjaan TUHAN” yang penuh keajaiban. Tapi apakah pekerjaan TUHAN yang penuh keajaiban ini, berharga di mata orang-orang Timor Leste yang “tegar tengkuk & congkak hati?” Sama sekali tidak. Orang-orang itu malah menghujat “Pekerjaan ALLAH”, sebagai “pekerjaan seorang peramal gila”.

Maka ketika MURKA TUHAN bangkit, TUHAN kembali menampakkan Diri-nya bersama Malaikat Rafael pada 3 September 2014. Saat itu saya melihat TUHAN mengangkat “Tangan Kiri-Nya”, menjatuhkan “hukuman” (mengutuk) tiga digit bilangan yang melambangkan DOSA KOLEKTIF manusia-manusia yang hidup di atas TANAH TERJANJI.

Tadi ketika saya melakukan konversi bilangan waktu yang tertera dalam HP-ku saat SMS tersebut masuk, saya kaget. Kok bisa-bisanya, sama persis? Apakah ada manusia mampu mengatur waktu sedemikian rupa, sehingga bilangan yang tercatat du HP-ku nilai konversinya harus sama dengan
"simbol bilangan" yang dikutuk TUHAN pada 3 September 2014?"

Pertanyaannya lainnya adalah; “Adakah di antara manusia-manusia Timor Leste yang tegar tengkuk dan congkak hati, rela menyerahkan “nyawanya” untuk meredakan “MURKA TUHAN?”

Jika tidak ada, maka siapapun yang hidup di atas TANAH TREJANJI harus menanggung DOSA KOLKETIF itu dengan hidup sebagai “manusia-manusia terkutuk” karena telah “menghujat karya-karya ALLAH”.

Bukankah PENALTI itu adalah kata yang secara lexical artinya sama saja dengan HUKUMAN? Maka ketika ALLAH mensahkan thesis TANAH TERJANJI dengan simbol HUKUMAN, itu artinya bahwa manusia-manusia yang “tegar tengkuk dan congkak hati” yang hidup di atas TANAH TERJANJI saat ini, harus menerima HUKUMAN, gara-gara “menajiskan” TANAH TERJANJI.

“Apa DOSA KOLEKTIF itu?” Renungkan saja sendiri.

Pada tanggal 3 September 2014, saya melihat langit terbuka, dan sebuah tangga raksasa muncul. Tangga raksasa itu menghubungkan bumi dan langit. Dan kemudian TUHAN YESUS muncul dari balik Takhta-Nya yang megah lalu turun dari langit melewati tangga raksasa itu, dikawal Malaikat Rafael yang berjalan di belakang-Nya. TUHAN YESUS dan Malaikat Rafael, sama-sama mengenakan jubah putih.

Setelah tiba di sebuah tempat di bumi, TUHAN mengangkat “Tangan Kiri –Nya” untuk “mengutuk tiga digit angka yang melambangkan sesuatu”. Saat itulah (3 September 2014), sejatinya “hukuman” alias “penalti” telah dijatuhkan karena TUHAN MURKA.

Orang Timor Leste yang “tegar tengkuk dan congkak hati”, mengharamkan Nama ALLAH dalam Konstitusi Timor Leste, maka orang-orang Timor Leste yang “tegar tengkuk dan congkak hati” itu harus menerima konsekunesinya, ketika ALLAH juga mengharamkan “nama mereka” dalam “Kitab Anak Domba”, seperti yang diperlihatkan seorang Imam (Pastor) berperawakan kaukasoid, kepadaku, di Bukit Sio(n), pada Hari SABAT, 19 Februari 1994, saat Imam itu membawa saya mengunjungi "dunia Sheol" (dunia orang mati), sebagaimana telah saya kisahkan sebelumnya.

"MENGAPA HASIL PENALTI HARUS 42?"

ALLAH mensahkan thesis TANAH TERJANJI dengan “bilangan gempa” (42), saat Argentina mengalahkan Belanda melalui drama adu PENALTI dengan skor; 4:2. Kenapa skornya haru 4:2? Mengapa bukan skor yang lain? Apa alasannya?

Jawabannya sederhana sekali. Skor 42 ini ada hubungan erat dengan dua isu penting;

Pertama;

Berkaitan erat dengan Teori Plato. Teori Plato ini berhubungan erat dengan apa yang dalam Kitab Kejadian, dituliskan dalam bahasa Alkitabiah, sebagai BUSUR ALLAH. Belum saatnya membahas BUSUR ALLAH dan hubungannya dengan Bilangan 42 & Teori Plato.

Kedua;

Berkaitan erat dengan “Perjanjian antara ALLAH dengan Nabi Nuh”. Coba simak kutipan Kitab Kejadian; pasal 9; ayat 1-17 berikut ini;

PERJANJIAN ALLAH DENGAN NUH

(1) Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.
(2) Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.
(3) Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.
(4) Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.
(5) Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia.
(6) Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.
(7) Dan kamu, beranakcuculah dan bertambah banyak, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi, ya, bertambah banyaklah di atasnya."
(8) Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia:
(9) Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu,
(10) dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi.
(11) Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi."
(12) Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya:
(13) Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.
(14) Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan,
(15) maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.
(16) Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi."
(17) Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi."

(Sumber; http://www.jesoes.com/alkitab/kej/9/17).

ADANYA PERNYATAAN KONDISIONAL

Banyak orang percaya bahwa; "ALLAH tidak akan lagi melenyapkan manusia bumi dengan AIR BAH karena ALLAH sudah BERJANJI kepada Nabi Nuh".

Tapi secara redaksional, coba simak baik-baik Sabda ALLAH yang tertera pada ayat 16 dalam kutipan di atas. Bukankah di sana ada kandungan pernyataan yang bersifat; KONDISIONAL???
===========================================

(16) Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi."
==========================================

Dari ayat 16 di atas, yang dapat saya tangkap adalah; "ALLAH hanya akan mengingat Perjanjian-Nya dengan Nabi Nuh, jika BUSUR ALLAH itu tampak di awan".

Pertanyaan refleksinya adalah; "Kapan BUSUR ALLAH itu tampak di awan? Apakah BUSUR ALLAH itu sudah pernah tampak atau belum? Jika BUSUR ALLAH belum tampak di awan, kapan BUSUR ALLAH itu akan tampak?"

Maka pertanyaannya yang sangat menggoda kini adalah;

Jika BUSUR ALLAH tidak pernah tampak di awan, atau belum pernah tampak di awan, maka entah benar atau tidak, entah sahih atau tidak, mimpi yang disampaikan mendiang Uskup Dili, Dom Alberto Ricardo da Silva, kepada Uskup Baucau, Dom Basilio do Nascimento, sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

Artinya; sewaktu-waktu, ALLAH bisa saja memutuskan melenyapkan manusia bumi dengan AIR BAH untuk yang kedua kalinya karena dosa manusia bumi yang sudah menumpuk, membumbung menyundul atap langit ke tujuh".

BERSAMBUNG;

LAMPIRAN:

“MENGENANG 155 TAHUN KEHADIRAN SIR WALLACE DI KOTA DILI”
Hari ini, 12 Januari 2016, genap 155 tahun, Ilmuwan Inggris Sir Wallace (Alfred Russel Wallace) menapakkan kakinya di Kota Dili, pada 12 Januari 1861 dan tinggal di sana selama 4 bulan. Saya persembahkan artikel seri kedua ini untuk mengenang Sir Wallace yang telah menulis cukup panjang lebar mengenai wilayah Timor Portugis dalam bukunya yang sangat tebal.

Termasuk salah satu penemuannya, yang berharga, bahwa ada jenis unik “Gallus Bankiva”, yang hanya ditemukan di Pulau Timor Portugis dengan India, yang tidak ditemukan di belahan bumi lain.
Ilmuwan yang mendapatkan gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris ini memiliki kesan mendalam mengenai “perlakuan kurang manusiawi” Bangsa Portugis atas orang-orang Timor yang dijajah.

Kesan Sir Wallace mengenai perlakuan Bangsa Portugis ini dapat dibaca dalam bukunya yang sangat tebal, berjudul; "The Malay Archipelago: The land of the orang-utan, and the bird of paradise. A narrative of travel, with sketches of man and nature".

Termasuk pernyataanya yang mengatakan bahwa di wilayah Timor Portugis ada gandum terbaik yang dapat menghasilkan “roti” paling berkwalitas di dunia.

Salah satu kesan Sir Wallace atas orang Timor Portugis pada 155 tahun yang lalu yang cukup menarik adalah, Sir Wallace berpandangan bahwa orang Timor Portugis itu suka sekali berperang antar suku. Salah satu tujuan perang adalah untuk memperebtukan gadis-gadis guna dijadikan “isteri yang ke sekian, sekian, sekian dan sekian”.

Rupanya leluhur orang Timor Portugis itu “doyan kawain ya?” Saya tidak mengatakan “doyan nikah”, karena nikah sama kawin itu, maknanya beda.

Sepertinya kesan Ilmuwan (yang pernah jatuh sakit berat di Halmahera Ambon gara-gara malaria), setelah 155 tahun berlalu, masih kita temukan di Timor Leste pada jaman ini.

Bukankah banyak orang Timor Leste jaman ini yang juga “doyan kawin?” Mungkin ini sudah bawaan “gen”. Sesuatu yang diturunkan secara genetik, susah untuk diberantas, karena mengalir dalam darah kita dan berurat akar di sumsum kita.

Sir Wallace berteman baik dengan Charles Darwin. Kegemaran mereka, terutama temuan ilmiah mereka saling mendukung. Bahkan banyak ahli yang berpendapat bahwa thesis Charles Darwin mengenai “Teori Evolusi Organik”, justeru dikonstruksi berdasarkan hasil penelitian Sir Wallace, yang sempat tinggal di Nusantara selama 8 tahun.

Saya tidak menggunakan kalimat; “Sir Wallace tinggal di Indonesia”, karena pada jaman itu, nama Indonesia belum eksis. Bukankah nama Indonesia baru secara resmi digunakan pada saat Konggres Pemuda Indonesia II, 28 Oktober 1928 yang melahirkan SUMPAH PEMUDA.

SIAPA PENEMU TEORI EVOLUSI?

Jika Anda dihadapkan pada pertanyaan; “Siapa penemu teori evolusi?” Ada kemungkinan besar Anda akan menjawab, Charles Darwin. Tak bisa dipungkiri, di negaranya Inggris, Darwin dianggap sebagai ilmuwan terbesar Inggris Raya. Padahal, ada lagi sosok yang amat berjasa membangun teori soal asal-usul manusia, tak lain adalah: “Alfred Russel Wallace”.

Banyak orang yang meyakini, ilmuwan abad ke-19 itu, punya peran penting, bahkan menemukan frase "origin of spesies" -- atau asal-usul spesies, yang menjadi judul buku Darwin yang menggemparkan dunia. Wallace adalah "bapak evolusi yang terlupakan".

Ia juga dikenal dengan dengan konsep keanekaragaman warna dalam dunia fauna. Juga "efek Wallace", sebuah kesimpulan tentang bagaimana seleksi alam dapat memberikan kontribusi pada keanekaragaman dunia hewani.

Pria Inggris itu adalah seorang petualang, rajin melakukan penelitian lapangan. Di lembah Sungai Amazon, hingga Malay Archipelago, Kepulauan Melayu. Wallace bahkan memulis buku berjudul panjang, "The Malay Archipelago: The land of the orang-utan, and the bird of paradise. A narrative of travel, with sketches of man and nature".

Ia membagi Indonesia, yang bernama Hindia Belanda kala itu, dengan Garis Wallace, yang membagi nusantara ke dalam dua bagian berbeda.

Setelah sekian lama diabaikan, pada tahun 2013, Sir Wallace dikenang secara besar-besaran dalam perayaan 100 tahun kematiannya dalam serangkaian acara di Museum Sejarah Alam London.
Potret besarnya dipajang, dekat patung Darwin yang terkenal. Korespondensinya diunggah di internet. Tak ketinggalan, sejumlah spesimen penting dipamerkan.

Wallace dan Darwin sama-sama menjadi penulis artikel ilmiah yang pertama kali mengajukan teori seleksi alam pada tahun 1858, setahun sebelum buku Darwin "On the Origin of Species" terbit.
Kurator museum sekaligus ahli Wallace, Dr George Beccaloni mengatakan, ini momentum tepat untuk kembali mengingatkan atas jasa Wallace pada ilmu pengetahuan.

"Prestasi luar biasa Wallace tidak dihargai, ketika ia hidup bahkan hingga saat ini. Ia bahkan kerap dibayang-bayangi nama besar Darwin," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, (23/1/2013).
Terserang Demam di Halmahera

Lahir pada tahun 8 Januari1823 (tanggal lahirnya sama dengan tanggal kelahiran Kosmolog kenamaan Inggris; Sthepen William Hawking & Raja Rock and Roll, Elvis Persley), Alfred Russel Wallace adalah salah satu ilmuwan besar abad ke-19.

Bukan hanya karena ia ikut menemukan proses evolusi melalui seleksi alam bersama Charles Darwin pada tahun 1858, tapi kontribusi besarnya pada biologi, glasiologi, land reform, antropologi, etnografi , epidemiologi, dan astrobiologi.

Karya rintisannya soal biogeografi evolusi, studi tentang bagaimana tumbuhan dan hewan terdistribusi, membuatnya menjadi "Bapak Biogeografi Evolusi".

Suatu hari di bulan Februari 1858, ketika Wallace terkena serangan demam di Desa Dodinga di Pulau Halamahera yang terpencil, tiba-tiba ide tentang seleksi alam sebagai mekanisme perubahan evolusioner, terlintas di benaknya.

Setelah cukup kuat, Wallace menulis esai rinci yang menjelaskan teori itu, lalu mengirimnya disertai surat pengantar kepada Charles Darwin, yang ia tahu dari korespondensi tertarik pada subjek evolusi.
Ia meminta Darwin untuk menyerahkan esai itu ke pengacara sekaligus geologi terkenal saat itu, Charles Lyell --jika Darwin menilainya pantas diterbitkan di jurnal terkemuka.

Pemikiran itu menunjang teori evolusi yang dipopulerkan Darwin melalui bukunya "The Origin of Species" tahun 1859, satu tahun setelah penulisan makalah Wallace. Pada tanggal 1 Juli 1858, kawan-kawan Darwin, Charles Lyell dan Joseph Hooker, merekayasa pertemuan ilmiah di Linnean
Society dan mendeklarasikan Darwin dan Wallace sebagai penemu dasar evolusi.

Semoga sekilas info mengenai Sir Wallace di atas bermanfaat. TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih memberkati kita semua (hitam & putih).Amin.

Catatan;

Sebagian informasi mengenai Sir Wallace di atas, dirangkum dari sejumlah sumber.

Tidak ada komentar: